JAKARTA - Pemerintah hingga kini belum memutuskan untuk melakukan impor gula dari negara lain. Saat ini stok yang ada dinilai masih cukup untuk kebutuhan selama empat bulan.
"Stok gula yang ada data terakhir 800 ribu ton lebih, kalau berdasarkan data yang ada bisa untuk empat bulan ke depan," kata Menteri Pertanian Suswono usai pertemuan dengan Dewan Gula Indonesia, di kantornya, Jakarta, Jumat (6/1/2012).
Suswono memastikan untuk impor gula sendiri baru diputuskan pada Februari 2012 mendatang.
"Nanti Menko Perekonomian pada bulan Februari sudah bisa memutuskan, prinsip Dewan Gula hanya bisa memberikan rekomendasi. Jadi kita masih menunggu," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mengungkapkan masuknya gula rafinasi ke pasar dalam negeri membuat keberadaan petani tebu domestik tergerus.
"Di 2010 pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk gula rafinasi beredar dan banyak di pasaran domestik dan ini akan menghancurkan para petani tebu kita," ujar Soemitro.
Menurutnya perhitungan pemerintah dalam kelebihan gula nasional patut dikritisi dan ditinjau ulang. "Karena pada 2010 kita punya kelebihan gula 876 ribu ton. Sekarang dari jumlah itu apa benar segitu? Hitung-hitungan yang dilakukan oleh pemerintah," jelasnya.
Dia menegaskan, pihaknya jelas tidak setuju dengan keberadaan gula rafinasi yang beredar di pasar domestik. "Ada sekira 25 persen gula rafinasi atau 500 ribu ton merembes ke pasar domestik," tuturnya.
Lebih lanjut Soemitro menambahkan, jika impor gula tetap dilakukan, pemerintah akan melumpuhkan industri gula nasional. "Kalau impor gula di 2012 tetap dilakukan itu akan melumpuhkan industri gula dan kedaulatan gula nasional kita," pungkasnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.