SOLO - Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perbankan syariah di kota Solo 2011 hingga November lalu tumbuh hingga 40,40 persen (year on year) atau telah mencapai Rp1,49 triliun.
"Hal itu menunjukkan bahwa kehadiran perbankan syariah di kota Solo dan sekitarnya mendapat respons positif dari masyarakat," ujar Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Solo Doni P Joewono, saat ditanya soal perkembangan perbankan syariah di daerah Surakarta saat dihubungi di Solo, Jawa Tengah, Jumat (6/1/2012).
Terkait total aset, Doni mengungkapkan bahwa total aset perbankan syariah yang terdiri dari Bank Umum Syariah, Unit Usaha Syariah, dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah sampai November 2011 telah mencapai Rp2,17 triliun. "Total aset tumbuh 31,85 persen (year on year),” jelasnya.
Dari segi pembiayaan, Kepala Kantor BI Solo mengatakan bahwa outstanding pembiayaan perbankan syariah hingga November 2011 mencapai angka Rp1,78 triliun atau tumbuh sebsar 19 persen.
Lebih lanjut, Doni mengatakan bahwa sejauh ini fungsi intermediasi perbankan syariah telah berjalan baik. Hal itu tercermin dari indikator Financing to Deposit Rasio (FDR) pada November 2011 sebesar 120,14 persen.
"Kualitas pembiayaan juga terjaga. Hal itu tercermin dari Rasio Non Performing Financing (NPF) Gross sebesar 3,83 persen," jelasnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.