Pemerintah Didorong Beri Insentif Fiskal untuk Mobil Nasional

Widi Agustian - Okezone
Senin, 9 Januari 2012 08:34 wib
Ilustrasi
Ilustrasi
JAKARTA - Rencana pemerintah memberikan insentif fiskal baqi pengembangan industri mobil nasional mendapatkan dukungan.

"Selain Esemka Rajawali, saya kira insentif juga perlu diberikan kepada produsen rintisan mobil nasional lainnya seperti Tawon dan GEA yang diproduksi PT Inka," kata Anggota Komisi XI DPR, Kemal Azis Stamboel dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (9/1/2012).

Dia menjelaskan, pasar mobil di dalam negeri sepanjang 2011 membukukan rekor penjualan tertinggi mencapai 893.420 unit (wholesale), tumbuh 16,83 persen dibandingkan dengan 2010 yang hanya 764.710 unit.

Berdasarkan data tentatif dari ATPM anggota Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kemal melanjutkan, rekor sepanjang tahun lalu tercipta karena penjualan pada Desember 2011 yang tercatat sebanyak 79.921 unit atau tumbuh 18,12 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya 67.656 unit.

Angka itu juga jauh di atas realisasi penjualan pada Desember 2010 yang tercatat sebanyak 70.061 unit. Sepanjang tahun lalu, penjualan terbanyak masih dikuasai pemain besar seperti Toyota, Daihatsu, Mitsubishi, dan Suzuki. PT Toyota Astra Motor, misalnya, menjual 310.674 unit atau sekitar 34,77 persen dari total pasar nasional.

Kemal berpandangan para produsen mobil nasional dapat diberikan keringanan pajak, seperti pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) serta pembebasan bea masuk atas impor komponen tertentu untuk mobil nasional.

“Selain itu perlu dukungan penyediaan bahan baku produksi, perlu kerja sama dengan BUMN baja dalam pengadaannya. Pemerintah juga perlu memberikan ruang agar pasar mobil nasional ini juga berkembang. Permintaan terhadap mobil Esemka Rajawali yang sudah mencapai 2.000 unit menunjukkan ada demand yang tinggi," ungkap dia. (wdi)
TWITTER »
twit