UE Pertegas Sanksi Defisit

Jum'at, 13 Januari 2012 09:06 wib
Ilustrasi.
Ilustrasi.
BRUSSELS - Uni Eropa (UE) akan mengambil tindakan tegas untuk menerapkan sanksi kepada negara-negara yang melanggar target pengurangan defisit anggaran di wilayah tersebut.

Komisioner UE Bidang Kerja Sama Ekonomi Ollie Rehn mengatakan, saat ini lima negara UE sedang menghadapi tenggat waktu untuk mengembalikan tingkat defisit produk domestik bruto (PDB) sebesar tiga persen. Sementara itu, empat negara lainnya sedang melakukan upaya untuk menghindari hukuman.

"Setelah menganalisis secara menyeluruh mengenai keputusan terbaru kebijakan fiskal, Komisi menyimpulkan bahwa Belgia, Siprus, Malta, dan Polandia telah mengambil tindakan yang efektif untuk menjaga anggaran sesuai persyaratan," ujarnya dalam konferensi pers di Brussels seperti dikutip dari AFP.

Dari negara Eropa yang tidak menggunakan euro, hanya Hungaria yang tidak melakukan tindakan efektif mengenai defisit anggaran. Komisi Eropa mengungkapkan, negara tersebut dapat kehilangan akses ke dana pembangunan UE.

Komisi juga mengancam Hungaria dengan tindakan hukum atas konstitusi baru. Pasalnya, negara yang terletak di Eropa Tengah tersebut bertindak melanggar hukum UE. Hal itu menimbulkan kekhawatiran mengenai independensi bank sentral dan otoritas nasional perlindungan data dan pensiun dini.

"Hungaria tidak mengambil tindakan efektif. Negara tersebut juga telah mengalami kelebihan defisit sejak aksesi 2004 lalu," tegas Rehn.

Menurut Komisi UE, defisit anggaran Hungaria secara konsisten melampaui target UE sebesar tiga persen dari PDB. Meskipun masih dalam target tiga persen pada 2011, Hungaria hanya melakukan satu kali tindakan dan tidak membuat kemajuan ke arah koreksi dan berkelanjutan dari defisit berlebih.

Kantor berita Reuters melaporkan, ancaman tersebut muncul karena Hungaria akan menerima paket bantuan sebesar 15-20 miliar euro dari UE dan Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF). Dengan memakai hukum baru yang mulai berlaku awal tahun, sanksi dengan menggunakan uang tunai masih berlaku hanya untuk negara-negara zona euro.

Menanggapi hal itu, Kementerian Ekonomi Hungaria menyatakan, sejak kesepakatan UE akhir tahun lalu, defisit publik Hungaria akan berada di bawah tiga persen pada 2012.

"Kami akan menjaga defisit negara kami di bawah tiga persen bukan hanya pada 2012, melainkan pada 2013 mendatang," ungkap Kementerian Ekonomi.

Di bagian lain, Kanselir Jerman Angela Merkel melontarkan pujian terhadap Italia atas upaya reformasi negara tersebut. "Saya menghormati usaha keras yang dilakukan Perdana Menteri (PM) Italia Mario Monti mengenai langkah-langkah penghematan," imbuh Merkel.

Dia menambahkan, hal itu akan memperkuat serta meningkatkan prospek ekonomi negara yang bernama resmi Republik Italia tersebut. Menurutnya, upaya efektif yang dilakukan pemerintah Italia akan sangat dihargai. Monti juga mengatakan bahwa pihaknya berharap pasar akan mengakui pengorbanan Italia.

Data resmi pemerintah Italia menunjukkan, defisit publik negara tersebut turun menjadi 2,7 persen pada kuartal ketiga 2011 dari 3,5 persen tahun sebelumnya, di mana merupakan level terendah sejak kuartal ketiga 2008. (chindya citra) (Koran SI/Koran SI/ade)
TWITTER »
twit