BANDUNG - PT Perkebunan Nusantara VIII (PT PN VIII/persero) menargetkan pendapatannya tumbuh sekira 11 persen, mencapai Rp2 triliun dari pendapatan 2011 sebesar Rp1,8 triliun.
Demikian hal tersebut disampaikan oleh Presiden Direktur PTPN VIII, Bagas Angkasa, kala ditemui dikantornya, Bandung, Kamis (12/1/2012).
Bagas memaparkan, naiknya pendapatan tahun ini, dikarenakan perseroan mulai melirik indstri hilir, seperti pembangunan unit rumah sakit, pabrik ban sepeda motor, serta penjualan teh Walini.
Dia melanjutkan, saat ini 50 persen pendapatan perseroan masih didominasi dari sektor karet. Selain karet perusahaan perkebunan pelat merah tersebut juga memproduksi tanaman karet, sawit, kina, dan kakao.
PT Perkebunan Nusantara VIII merupakan BUMN yang bergerak pada sektor perkebunan dengan kegiatan usaha meliputi pembudidayaan tanaman, pengolahan, dan penjualan komoditi perkebunan seperti teh, karet dan sawit sebagai komoditi utamanya, serta kakao dan kina sebagai komoditi pendukungnya.
Sampai saat ini, PT Perkebunan Nusantara VIII mengelola 41 kebun dan satu unit rumah sakit yang tersebar di 11 kabupaten/kota di Jawa Barat dan dua kabupaten di Provinsi Banten. Namun mulai 2012, PTPN VIII tidak akan memproduksi kakao lagi. (mrt)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.