Menkeu Agus Martowardojo. Foto: Okezone
JAKARTA - Pemerintah mengatakan belum akan merubah jadwal penerbitan Surat Utang Negara (SUN) walau sembilan negara Eropa saat ini mendapatkan penurunan peringkat utang (downgrade) rating.
Menteri Keuangan Agus Martowardojo menegaskan renacana penerbitan surang utang masih akan tetap sesuai rencana.
"Surat utang kita sekarang ini tetap seperti yang kita anggarkan tetapi saya menyambut gembira kalau melihat perkembangan rencana dari kementerian lembaga (K/L) kelihatannya dari awal tahun sudah berniat untuk melakukan realisasi anggaran yang lebih baik," ungkap Agus ketika ditemui di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Senin (16/1/2012).
Lebih lanjut Agus mengatakan, membaiknya perencanaan penyerapan K/L juga menjadi salah satu faktor diterbitkannya surat utang sesuai waktu. "Procurement plan dan disbursement plan-nya sudah dibuat, pengadaan barang yang mesti melalui tender sudah banyak yang ditender, kita harap kinerja 2012 ini bisa lebih baik," ungkapnya.
"Saya hanya bisa mengatakan surat utang kita kalau seandainya ada tetap akan kita jalankan baik untuk refinancing maupun untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan," pungkasnya.
Sebelumnya pengamat ekonomi Agustinus Prasetyantoko, menilai pemangkasan rating surat utang sembilan negara eropa oleh lembaga pemeringkat Standard and Poors (S&P) sudah diprediksi sejak awal.
Kondisi ekonomi negara-negara kawasan Eropa yang belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan, merupakan salah satu faktor penilaian. Lembaga pemeringkat cenderung melihat kondisi perekonomian negara Eropa dalam jangka menengah, sebelum akhirnya memutuskan melakukan penilaian terhadap peringkat obligasi negara.
"Dengan kata lain, rating yang turun merupakan cerminan prospek ekonomi jangka menengah yang semakin buruk," tegas Prasetyantoko kala dihubungi di Jakarta, akhir pekan lalu.
Rating surat utang negara, didasarkan atas rasio utang suatu negara, pengelolaan anggaran negara yang prudent dengan kemampuan menjaga defisit, pengelolaan moneter yang kredibel serta kemampuan membayar utang.
Kondisi di Eropa, diyakini semakin membahayakan. Surat utang negara-negara Eropa lainnya berpotensi diturunkan juga jika tidak berhati-hati dalam pengelolaan sistem perekonomiannya. Dia melihat, tren saat ini dan jangka menengah, semakin banyak negara yang potensi ekonomi turun dan berdampak pada kepercayaan investor. (wdi)