Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BRI Kucurkan Pinjaman ke PGAS USD130 juta

Yuni Astutik , Jurnalis-Senin, 16 Januari 2012 |09:47 WIB
 BRI Kucurkan Pinjaman ke PGAS USD130 juta
Ilustrasi. Corbis.
A
A
A

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memberikan fasilitas pinjaman non tunai (non cash loan/NCL) sebesar USD130 juta kepada PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Selain pemberian pinjaman, hari ini diadakan penandatanganan kerja sama pembayaran gas pelanggan rumah tangga PGAS melalui ATM BRI, sekaligus peresmian kantor kas BRI yang berlokasi di kantor pusat PGN Jakarta.

"Kerja sama ini merupakan tindak lanjut kerja sama sebelumnya, yaitu pembayaran gas melalui fasilitas BRI Virtual Account (Briva) khusus untuk pelanggan industri kecil PGN," kata Direktur Bisnis kelembagaan BRI Asmawi Syam, di kantor PGAS, Senin (16/1/2012).

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan BRI, Muhammad Ali mengatakan, fasilitas NCL tersebut akan digunakan oleh PGN untuk penerbitan Stand by letters of credit (SBLC) jaminan pembayaran kepada supplier-nya. Dengan diterbitkannya SBLC tersebut, BRI menjamin kepastian pembayaran PGAS atas kontrak jual beli gas PGAS dengan supplier-nya.

"Fasilitas tersebut dapat digunakan juga untuk penerbitan Bank garansi, Letter of Credit dan Surat Dokumen Dalam Negeri dan dapat pupa digunakan oleh anak perusahaan yaitu PT PGAS Telekomunikasi Nusantara," kata Muhammad Ali.

Terkait pembayaran gas, BRI telah bekerja sama pembayaran gas pelanggan rumah tangga PGAS melalui ATM BRI. Sehingga mulai hari ini seluruh pelanggan rumh tangga PGAS dapat melakukan pembayaran gas melalui ATM BRI.

Sekadar informasi, selain PGAS, BRI juga telah memberikan dukungan pembiayaan kepada BUMN lain. Sebanyak 57 perusahaan BUMN baik induk dan anak perusahaannya seperti PLN, Pertamina, Telkom, Pegadaian, Bulog, PTPN, Wijaya Karya dan lainnya. Total plafond kredit BUMN bak cash maupun non cash loan mencapai Rp82 triliun dengan outstanding mencapai Rp42 triliun. Khusus untuk cash loan outstanding, angkanya mencapai Rp37 triliun. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement