PALEMBANG - Pasokan batu bara dari PT Bukit Asam Tbk (PTBA) untuk PLN tahun ini diproyeksikan akan meningkat. Pada 2011 saja sekira tujuh juta ton dari total produksi 12,9 juta ton batu bara dipasok untuk PLN dan anak usaha PLN.
Corporate Secretary PTBA Hananto Budi Laksono mengatakan, pada 2012 diperkirakan akan meningkat tiga juta ton dibandingkan 2011 atau mencapai 11 juta ton khusus untuk PLN.
"Penjualan ke PLN pada 2011 lebih kurang mencapai plus anak perusahaan PLN, termasuk PLTU Tarahan sekira tujuh sampai delapan juta. 2012 diperkirakan akan ada tambahan dua sampai tiga juta back up batu bara di Jawa. Dan juga yang di Jawa pemasok utamanya yang menang tender 10 ribu MW pertama tidak komit. Sehingga kita back up," ujarnya ketika berbincang bersama wartawan di Tanjung Enim, Palembang, Kamis (19/1/2012) malam.
Dia menambahkan, kebutuhan batu bara untuk domestik tetap tinggi. Adapun sekira 65 persen dari target produksi tahun ini yang mencapai 16,3 juta ton akan digunakan domestik. PLN akan menjadi pengguna domestik terbesar tahun ini. Dengan kisaran sedikitnya sembilan juta ton yang akan digunakan PLN, serta anak usaha PLN seperti PT Indonesia Power terkait operasional PLTU Suralaya.
"Ada peningkatan pastinya, karena seiring ada proyek 10.000 megawatt. Dari tahun lalu yang sekira tujuh juta ton bisa menjadi sembilan juta ton untuk PLN. Penggunaan batubara oleh PLN juga tergantung, tapi sering juga yang berkualitas 5.500 kalori," tambahnya.
Sementara untuk ekspor, negara-negara seperti China, India, Jepang, dan Malaysia menjadi tujuan potensial di tahun ini. Hananto menyebutkan seperti Jepang yang sudah menjadi importir langganan batu bara dari PTBA.
"Jepang bisa semakin besar untuk konsumsi batu bara karena dipakai buat pembangkit listrik mereka," pungkasnya.
Berdasarkan data komposisi 35 persen penjualan PTBA di 2011 untuk ekspor batu bara berkualitas tinggi dengan harga jual rata-rata USD100.19 per ton, China masih terbesar dengan 11,08 persen. Selanjutnya Malaysia (7,04 persen), Jepang (5,44 persen), Vietnam (4,48 persen), dan Taiwan (0,96 persen).
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.