Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cuaca Buruk, Produksi Ikan Asap Ambles 50%

Cuaca Buruk, Produksi Ikan Asap Ambles 50%
Ilustrasi.
A
A
A

DEMAK - Produksi ikan asap di Demak, Jawa Tengah menurun hingga 50 persen karena terbatasnya pasokan ikan akibat nelayan tak berani melaut. Selain harganya lebih mahal, ikan yang telah lama didinginkan tersebut juga harus didatangkan dari luar kota.

Rumah pengasapan ikan di Desa Wonosari, Kecamatan Bonang, kini tak lagi dipenuhi asap mengepul seperti hari-hari sebelumnya. Sebab sekira sebulan terakhir, pasokan ikan dari para nelayan turun drastis sehingga para produsen ikan asap harus mengurangi produksinya.

Seperti disampaikan Jumari, Sabtu (21/1/2012), saat ini ia hanya memproduksi ikan asap sebanyak satu hingga satu setengah kuintal saja. Padahal, pada saat cuaca normal sedikitnya dua kuintal ikan asap bisa diproduksinya setiap hari.

Selain jumlah produksinya berkurang, ikan asap saat ini kualitasnya juga menurun karena bukan berasal dari ikan segar. Rata-rata ikan saat ini adalah stok lama yang telah di-es-kan. Kendati demikian, ikan-ikan tersebut harus didatangkan dari daerah Pati dan sekitarnya karena minimnya nelayan yang melaut akibat cuaca buruk.

Hampir semua jenis ikan saat ini harganya naik hingga Rp5.000 per kilogram (kg). Akibatnya, harga jual ikan asap pun disesuaikan dengan menaikkan harga jual Rp500-Rp1.000 per tusuk.

Sejak sebulan terakhir para nelayan di Demak enggan melaut karena gelombang lebih dari tiga meter sering melanda perairan laut utara Jawa. Mereka hanya mencari ikan di bibir pantai dengan cara memancing atau memasang jala. Akibatnya, hasil tangkapan ikan jauh menurun dan hanya cukup untuk dikonsumsi sendiri.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement