Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

2012, Volume Penjualan Kaca Pesimistis

Sandra Karina , Jurnalis-Senin, 23 Januari 2012 |17:05 WIB
2012, Volume Penjualan Kaca Pesimistis
Ilustrasi. Corbis.
A
A
A

JAKARTA - Volume penjualan kaca nasional pada tahun ini diperkirakan akan mencapai 1,17-1,2 juta ton. Jumlah itu mengalami kenaikan sekira 6,5 persen dari tahun lalu yang juga diperkirakan sebesar 1,1 juta ton.

Kepala Unit Kaca Pengaman Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) Yustinus Gunawan mengatakan, sebesar 70-75 persen dari total penjualan pada tahun lalu adalah dikonsumsi oleh sektor properti.

"2012, kami sedikit pesimistis. Kalau penjualan tumbuh sesuai pertumbuhan ekonomi, sudah bagus. Mungkin, bisa tumbuh sekira 6,5 persen," kata Yustinus di Jakarta, Senin (23/1/2012).

Sedangkan sisanya sebesar 25-30 persen digunakan oleh sektor automotif.
"Sekira 45 persen dari produksi kita ekspor. Terutama, untuk kaca lembaran. Karena sektor properti di luar memang masih bagus. Tapi, kita juga khawatir. Karena, Januari ini, mulai terjadi pengurangan ekspor," tuturnya.

Dirjen Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Panggah Susanto pernah mengatakan, pertumbuhan penjualan kaca nasional memang didorong oleh sektor automotif dan properti.

"Kalau pasar tumbuh, itu mengikuti automotif dan properti. Namun, impor kaca memang tinggi, seperti kaca patri dan pengaman," kata Panggah.

Lebih lanjut Yustinus mengatakan, kapasitas terpasang industri kaca nasional saat ini mencapai 1,43 juta ton.

"Saat ini, utilisasi industri hampir 85 persen. Sampai saat ini, belum ada gejala ekspansi yang terlihat. Kalau pun ada kenaikan permintaan, masih diatasi dengan peningkatan produktivitas," jelasnya.

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement