Garap Blok Siak, Chevron Diminta Gaet BUMD

Banda Haruddin Tanjung - Okezone
Selasa, 24 Januari 2012 16:06 wib
Ilustrasi
Ilustrasi
PEKANBARU - PT Chevron Pacifik Indonesia (CPI) diminta melakukan kolaborasi untuk mengolah ladang minyak Blok Siak, Riau. Karena sebelumnya pemerintah telah memberikan sinyal pada perusahaan Amerika Serikat (AS) itu untuk memperpanjang kontrak yang berakhir pada tahun 2013 mendatang.

"Kita minta Chevron bisa secara bersama-sama untuk mengelola Blok Siak dengan perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)," ujar pengamat minyak dan gas (Migas) dari Universitas Islam Riau Adi Novriansyah kepada okezone, Selasa (24/1/2012).

Jika tidak banyak, paling tidak ada sekitar 10 persen dari perusahaan BUMD untuk bisa mengelolanya kekayaan di daerahnya.

"Kita minta tidak semuanya dikuasai Chevron. Harus ada kerja sama dengan BUMD. Paling tidak dalam kerja sama itu, Chevron bisa memberikan pelajaran kepada perusahaan daerah bagaimana mengelola ladang minyak yang baik," tukasnya.

Sebelumnya, Chevron juga belum mau menyatakan bersedia atau tidak untuk sama-sama mengelola Blok Siak dengan perusahaan lain termasuk perusahaan BUMD seperti Bumi Siak Pusako (BSP). "Kita lihat saja nanti, bagaimana mekanismenya," kata General Manager Public Affairs PT CPI kepada okezone belum lama ini.

Blok Siak telah dikuasi PT Chevron sejak tahun 1991. Kontrak bagi hasil (production sharing contract) akan berakhir pada tahun 2013. Blok Siak selama ini mampu berproduksi minyak mentah sekitar dua ribu bodp (barrel oil per day) atau sekitar tiga ratus ribu liter minyak per hari.

Chevron yang dulu bernama Caltex telah mengajukan proposal untuk pengelolaan Blok Siak sejak tahun 2010. Perusahaan asing tersebut telah mengusai Blok Siak sejah tahun 1991 dan akan berakhir pada tahun depan. (wdi)
TWITTER »
twit