Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Walah, RI Masih Impor Garam

Idris Rusadi Putra , Jurnalis-Selasa, 24 Januari 2012 |12:16 WIB
<i>Walah</i>, RI Masih Impor Garam
Ilustrasi. Foto: Corbis
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah mengatakan hingga saat ini Indonesia masih mengimpor 100 persen garam untuk kebutuhan industri. Kendati demikian, garam untuk konsumsi telah diproduksi oleh petani dalam negeri.

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sharif Cicip Sutardjo mengatakan dari dulu memang Indonesia mengimpor 100 persen garam industri karena ada masalah investasi, lahan, dan teknologi.

"Garam industri dari dulu memang belum pernah produksi. Kalau garam industri memang dari dulu impor belum pernah produksi," ungkap Cicip ketika ditemui ditemui di Gedung Kemenko, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (24/1/2012).

Lebih lanjut, dia mengaku mengenai masalah ini adalah tanggung jawab Menteri Perindustrian dan saat ini sedang dilakukan penjajakan seperti investasi di NTT.

"Kalau saya KKP lebih banyak lebih pada garam konsumsi karena membina langsung petani garam di pesisir. Untuk garam industri sedang diusahakan dari Kemenperin. Ada PP 17 dia," jelasnya.

Sementara untuk garam konsumsi sendiri, Cicip menegaskan tahun ini akan ada swasembada garam sehingga untuk garam konsumsi dia berjanji tidak akan ada impor lagi.

"Garam konsumsi tahun ini kita canangkan swasembada garam, jadi tidak ada lagi impor," tutupnya.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement