Ilustrasi
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) tahun ini mendorong agar perbankan di Indonesia semakin efisien. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menghapuskan bonus yang diberikan pemerintah ke bankir-bankir BUMN.
"Inefisiensi masih tinggi, BOPO (Beban Operasional Biaya Operasional) bank persero masih 85 persen, ini perlu djadikan perhatian oleh BI untuk menekan efisiensi. Saya setuju kalau bonus untuk direksi dan karyawan di hentikan, karena itu pemborosan," ujar pengamat Indef Akhmad Erany Yustika saat di temui di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (24/1/2012).
Erany melanjutkan, menurut dia, jika larangan bonus hanya sebatas saran dan tidak dijadikan regulasi yang jelas maka hal ini tidak akan dapat berjalan dengan lancar. "Sudah, tapi belum instruktif, masing-masing lebih banyak saran, larangan bonus, beri hadiah. Kalau hanya saran-saran tidak akan jalan," lanjut dia.
Di samping itu, untuk meningkatkan inefisiensi perbankan dan mengurangi BOPO bank, pemerintah juga bisa memberi kebijakan menurunkan dividen bank BUMN
"Di Asia kita bunga deposito di atas 10 persen, itu masih tinggi. Kalau ingin diturunkan, BI bisa ketemu. Kementerian BUMN. Kalau BUMN turunkan dividen bank, bisa menurunkan bunga deposito, bank lain juga akan ikut," tandasnya. (wdi)