Rumah Presiden & Pejabat Negara Harus Punya Solar Cell

Saugi Riyandi - Okezone
Rabu, 25 Januari 2012 15:16 wib
ilustrasi: Corbis
ilustrasi: Corbis
JAKARTA - Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) mengimbau agar rumah Presiden dan Seluruh pejabat negara harus dipasangkan solar cell untuk menyupply energi listrik.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Penyantun METI Rinaldy Dalimi yang ditemui dalam acara diskusi METI di Kantor PLN Pusat, Jakarta, Rabu (25/1/2012).

"Kita pengurus METI pada saat itu punya ide agar rumah presiden dan seluruh pejabat ada solar cell di atasnya. Karena rasa bangga akan muncul di masyarakat kita dan orang mampu akan memakai itu,' ujar Rinaldy.

Dirinya mengatakan pihak Dewan Energi Nasional (DEN) juga mewajibkan dipasangi solar cell untuk rumah yang harganya di atas Rp500 juta.

"Saat ini kita di DEN, ingin melakukan itu untuk rumah di atas Rp500 juta wajib dipasangi solar cell untuk mensupply sebagian," paparnya.

Menurutnya Energi Baru dan Terbarukan (EBT) itu adalah energi yang mahal tetapi pemerintah menempatkan EBT untuk masyarakat yang kurang mampu. "Padahal EBT itu untuk orang mampu di daerah perkotaan dan ini sangat kontradiktif. Dan itu sudah terjadi di negara maju seperti Jepang dan Eropa," tegasnya.

Lebih lanjut, Rinaldy menambahkan saat ini pemerintah terlalu fokus untuk mengembangkan EBT di daerah.

"Kita bangun proyek EBT di daerah dan membiarkan orang daerah yang mempunyai ilmu sangat sederhana itu untuk mengoperasikannya, lalu kita tinggalkan proyek itu sehingga menjadi terbengkalai," pungkasnya. (git)

(rhs)
  • bluetooth » 0 Tanggapan
    Solar sel seenarnya ngga murni EBT, mengingat pembuatannya sebagian berasal dari energi fosil. Misalnya Solar sel, bahan utamanya adalah semikonduktor, katakanlah Silikon. Untuk mendapatkan Silikon murni perlu energi panas yang besar. Katakanlah, dengan pemanas listrik, sedangakan listrik ada yang sebagian dari bahan bakar fosil. Jadi masih lebih efektif energi fosil. Karena langkah untuk menghasilkan energi lebih pendek dan lebih sederhana. Oleh karena itu EBT masih menjadi barang mahal.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit