JAKARTA - Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) belum memastikan gas dari Tangguh sebesar tiga juga metrik ton per tahun akan dialokasikan ke Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Jawa Tengah atau Belawan.
“Takutnya nanti kalau tidak pasti alokasi gasnya untuk siapa, gas yang telah kita sediakan tidak terserap lagi, karena pembangunan FSRU tersebut telat atau malah tidak jadi. Akibatnya LNG tersebut harus dijual ke spot market yang harganya USD3 per mmbtu dibawah harga pasar. Saat ini harga LNG internasional berada pada USD16-17 per mmbtu," ujar Tenaga Ahli BP Migas Fathor Rahman yang ditemui di Kantor BP Migas, Jakarta Rabu (25/1/2012).
Dirinya mengatakan kejadian yang sama juga terjadi pada pasokan LNG ke FSRU Teluk Jakarta yang molor hampir dua tahun. "BP Migas telah menyediakan LNG untuk FSRU Teluk Jakarta sejak tahun 2007. Namun, karena FSRU Teluk Jakarta terlambat beroperasi, maka BP Migas terpaksa melepas stok ke spot market," tegasnya.
Lebih lanjut Fathor menambahkan BP Migas mengaku telah menyisihkan 23 kargo dari kilang Bontang untuk FSRU Teluk Jakarta Tahun ini. "Namun, pihak Nusantara Regas yang semula mengatakan FSRU Teluk Jakarta akan selesai Januari tahun ini namun molor menjadi April tahun ini. Jadi kami terpaksa melemparnya ke spot market,” pungkasnya. (nia)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.