Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Saatnya Daerah Mengeluarkan Obligasi

Dede Suryana , Jurnalis-Rabu, 25 Januari 2012 |20:34 WIB
Saatnya Daerah Mengeluarkan Obligasi
Ilustrasi. Foto: Corbis
A
A
A

JAKARTA - Rencana Pembangunan Infrastruktur Daerah yang didanai dari obligasi dinilai tepat oleh kelangan ekonom. Pasalnya, saat ini adalah waktu yang tepat untuk membangun infrastruktur sehingga diperlukan modal yang besar untuk pembangunan.

Dosen ekonomi Universitas Indonesia (UI) Aviliani, yang juga peneliti pada Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengatkan Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik saat ini akan menguntungkan daerah untuk memacu pembanguan insfrastruktur.

"Dengan pertumbuhan yang baik, inflasi dan suku bunga yang rendah seperti sekarang, harus dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur," kata Aviliani, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (25/1/2012).

Untuk bisa meningkatkan pembangunan Infrastruktur yang baik akan menarik bagi investor tentu membutuhkan anggaran yang besar. Namun, hal itu tidak bisa dipenuhi seluruhnya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Untuk itu, dibutuhkan modal dari masyarakat berupa obligasi daerah seperti yang akan dikeluarkan Pemprov DKI sebesar Rp1,7 triliun.

"Obligasi sangat dibutuhkan, dan saya liat tidak akan membebankan keuangan daerah karena dia akan menumbuhkan multiplayer effect yang berimbas pada peningkatan penerimaan pajak," jelasnya.

Sementara itu Gubernur DKI Fauzi Bowo mengatakan, obligasi tidak akan membuat pemda membayar bunga tinggi karena bunga hanya dibayarkan berdasarkan modal yang dipakai, bukan berdasarkan total pinjaman.

"Obligasi Rp1,7 triliun sangat dibutuhkan untuk membangun insfrastruktur di DKI. jadi modal yang terkumpul tidak langsung dipakai seluruhnya. Beban bunga hanya berdasarkan modal yang terserap," kata Foke.

Foke mengatakan APBD 2012 ditetapkan sebesar Rp36,02 triliun, terdiri atas pendapatan daerah Rp30,64 triliun dan penerimaan pembiayaan Rp5,38 triliun serta belanja daerah Rp33,82 triliun.

Defisit anggaran yang mencapai Rp3,18 triliun ditutupi oleh penerimaan pembiayaan Rp5,38 triliun yang terdiri atas sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA) APBD 2011 sebesar Rp3,68 triliun dan penerbitan obligasi daerah Rp1,7 triliun.

Fauzi mengatakan, obligasi daerah senilai Rp1,7 triliun rencana dialokasikan untuk empat proyek pembangunan yaitu RSUD Jakarta Selatan senilai Rp185 miliar, pengolahan air limbah di Casablanca Rp235 miliar, rumah susun di Daan Mogot Rp500 miliar dan terminal bus Pulogebang Rp757 miliar.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement