Ilustrasi
JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengatakan, sepanjang 2011 telah menempatkan dana investasinya pada Surat Berharga Negara (SBN) dengan nilai mencapai Rp18,697 triliun.
Kepala LPS Firdaus Djaelani mengatakan penempatan dana investasi tersebut mencapai 93 persen dari total dana investasi LPS yang mencapai Rp20,06 triliun selama 2011. "Komposisi dana investasi LPS masih dominan di SBN. Mencapai 93 persen, total dana investasi 2011 Rp20,06 triliun," ungkap Firdaus dalam laporannya ke Komisi XI DPR di Senayan, Jakarta, Rabu (25/1/2012).
Lebih lanjut dia menjelaskan, dari total dana investasi tersebut masih ada yang ditempatkan di SBI dengan nilai mencapai Rp1,5 triliun.
"Penempatan investasi di SBN menjanjikan imbal hasil (yield) 7,11 persen, sedangkan diskonto SBI mencapai 6,8 persen. Dalam komposisi di surat berharga negara, kami membaginya menjadi beberapa term. Terbanyak di short term mencapai Rp13,109 triliun untuk menjaga likuiditas LPS," tukasnya.
Firdaus juga mengatakan sepanjang 2011 LPS mendapatkan premi dari perbankan umum mencapai Rp4,952 triliun dan premi dari BPR atau BPR syariah (BPRS) mencapai Rp74,2 miliar. (wdi)