Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Usai Investment Grade

Indonesia Mulai Kebanjiran Investasi Asing

Yuni Astutik , Jurnalis-Kamis, 26 Januari 2012 |18:08 WIB
Indonesia Mulai Kebanjiran Investasi Asing
Ilustrasi. Foto: Corbis
A
A
A

JAKARTA - Usai Indonesia memperoleh peringkat investment grade (IG) dari dua lembaga rating yaitu Fitch dan Moody's diperkirakan akan meningkatkan jumlah dana asing yang memanfaatkan obligasi domestik.

"Sebelum ada IG, dana asing yang masuk ke pasar obligasi masih belum menjadi mayoritas, meski presentasenya terus meningkat," ungkap Presiden Direktur Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) Ignatius Girendroheru, saat berbincang dengan media di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (26/1/2012).

Dari data IBPA, kepemilikan asing atas Surat Berharga Negara (SBN) di 2011 mencapai 30,80 persen dari nilai SBN yang mencapai Rp723,62 triliun atau sekira Rp222,86 tiliun atau meningkat dari 2010 yang tercatat hanya sebesar Rp195,30 triliun atau sekira 30,46 persen dari nilai total SBN yang mencapai Rp641,21 triliun.

"Bank masih memegang porsi terbesar untuk kepemilikan SBN dengan total sebesar 36,63 persen atau sekira Rp265,03 triliun yang meningkat dari 2010 yang tercatat menguasai 34,46 persen atau sekira Rp219,52 triliun," akunya.

Sedangkan untuk obligasi korporasi kepemilikan asing baru mencapai Rp9,77 triliun atau sekira 5,33 persen dari nilai total obligasi korporasi di 2011 yang mencapai Rp183,27 triliun, meski angka itu meningkat dari total kepemilikan asing di 2010 yang hanya mencapai Rp7,37 triliun atau sekira 4,95 persen dari nilai total obligasi korporasi di 2010 yang mencapai Rp148,89 persen.

"Sementara untuk obligasi korporasi, kepemilikan terbesar masih didominasi perusahaan asuransi dengan persentase sebesar 21,59 persen atau sekira Rp39,56 triliun di 2011, meningkat dari 2010 yang tercatat membukukan persentase 19,93 persen atau sekira Rp29,68 triliun,” tandasnya.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement