Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sentimen Global Turut Kokohkan Rupiah

Yuni Astutik , Jurnalis-Jum'at, 27 Januari 2012 |07:16 WIB
Sentimen Global Turut Kokohkan Rupiah
Ilustrasi. Foto: Okezone
A
A
A

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar diprediksi masih akan menguat di bawah level Rp9.000 per USD.

Treasury Analyst Telkom Sigma Rahadyo Anggoro mengatakan, penguatan tersebut didorong oleh faktor eksternal dan internal.

"Hari ini rupiah diprediksi masih akan alami penguatan, yang artinya rupiah berada di tren positif. Dan ini akan terjadi hingga beberapa waktu ke depan, sampai awal Februari. Kisarannya Rp8.950-Rp8.990 per USD," katanya saat dihubungi okezone di Jakarta, Jumat (27/1/2012).

Hal ini terjadi terjadi lantaran sentimen global akibat dari menguatnya mata uang Eropa. Kemudian, adanya kabar jika Dana Moneter Internasional atau IMF akan menambah dana talangan sebagai upaya untuk mengatasi krisis Eropa.

"Sedangkan dalam negeri sebenarnya tidak peru dikhawatirkan. Bank Indonesia (BI) juga terus melakukan intervensi," tandasnya.

Pada penutupan perdagangan kemarin, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) nampaknya terimbas sentimen positif. Rupiah kembali ke kisaran Rp8.900 per USD.

Rupiah, menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI) ditutup pada level Rp8.995 per USD, dengan kisaran perdagangan Rp8.950-Rp9.040 per USD. Sementara mengutip yahoofinance, rupiah berada di kisaran Rp8.925 per USD, dengan kisaran perdagangan Rp8.925-Rp8.995 per USD.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement