JAKARTA - Pemerintah diminta menetapkan kebijakan yang tepat terhadap sektor industri agar kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) tidak terlalu berisiko.
Demikian disampaikan Pengamat Kelistrikan Fabby Tumiwa kepada okezone di Jakarta Jumat (27/1/2012).
"Yang paling penting bagi industri adalah kepastian soal biaya ke depan. Asal ada kebijakan yang firm dari pemerintah, risiko dari kenaikan harga bisa diantisipasi. Tapi pemerintah harus punya plan dari jauh-jauh hari," ujar Fabby.
Menurutnya imbas dari kenaikan TDL ini untuk industri sangat beragam tergantung jenis industri itu sendiri.
"Untuk industri yang energy-intensive seperti baja dan semen pasti dampaknya berat, bisa naik 15-20 persen biaya produksinya, tapi ada juga industri yang mungkin biayanya cuma naik tiga persen. Soal kompetitif atau tidaknya industri itu tergantung industri itu sendiri. Mereka bisa saja berinvestasi agar produksinya lebih efisien," tegasnya.
Namun, dirinya lebih mendukung kenaikan TDL untuk pelanggan rumah tangga terutama yang memakai 450-2.200 VA karena yang paling tinggi subsidinya.
"Kalau masalah waktu lebih baik kalau enggak April ya Maret lebih bagus. Harus lebih dulu dari kenaikan harga BBM karena efek psikologis kenaikan TDL lebih kecil dari BBM," pungkasnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.