Ilustrasi
NEW YORK - Rally pasar saham Amerika Serikat (AS) yang berlangsung selama bulan Januari ini tampaknya harus terhenti. Ada kemungkinan indeks Wall Street memasuki tren pelemahan sekarang ini.
entimen negatif datang dari data penjualan rumah AS yang lebih lemah dari yang diperkirakan. Hal ini sangat mempengaruhi minat beli pelaku pasar.
Indeks S&P 500 sudah naik hampir sebanyak lima persen untuk tahun ini. Di mana Wall Street telah menguat dalam beberapa pekan terakhir karena data AS yang positif mengindikasikan pemulihan ekonomi berjalan baik.
"Pasar sudah lelah dan overbought, dan kami melihat hasilnya hari ini. Setelah mengalami rally akibat berita yang ekonomi cukup positif, sekarang investor mulai kehabisan bensin," kata Presiden McMillan Analisys Corp, Larry McMillan seperti dikutip dari Reuters, Jumat (27/1/2012).
Sebelumnya, pasar saham melambung disokong oleh janji Federal Reserve pada Rabu untuk mempertahankan suku bunga mendekati nol setidaknya sampai akhir 2014. Ini dukungan bagi pelaku pasar untuk membeli aset berisiko.
Tapi setelah data penjualan perumahan dirilis, terjadi pembalikan. Di mana data penjualan perumahan pada Desember turun dalam empat bulan terakhir.
Pada akhir perdagangan Kamis waktu AS, Dow Jones Industrial Average turun 22,33 poin atau 0,18 persen ke 11.734,63. Indeks Standard & Poor turun 7,60 poin atau 0,57 persen ke 1.318,45. Dan Nasdaq Composite Index turun 13,03 poin atau 0,46 persen menjadi 2.805,28. (wdi)