Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

2011, Laba Bersih XL Tak Meningkat

R Ghita Intan Permatasari , Jurnalis-Jum'at, 27 Januari 2012 |13:29 WIB
 2011, Laba Bersih XL Tak Meningkat
Logo XL
A
A
A

JAKARTA - PT XL Axiata tbk (EXCL) mencatatkan laba bersih 2011 berada di angka Rp2,8 triliun. Dengan angka tersebut, maka tidak ada kenaikan laba bersih pada 2011.

"Pendapatan bersih meningkat sebesar tujuh persen (year on year/yoy) sebesar Rp18,92 triliun, yang didorong oleh peningkatan yang signifikan pada pertumbuhan layanan data sebesar 61 persen," tutur Vice Direktur Utama EXCL, Hasnul Suhaimi, dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat (27/1/2012).
 
Adapun laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) meningkat sebesar satu persen mencapai Rp9,3 triliun dengan marjin sebesar 49 persen.

Sementara, pendapatan layanan VAS (Value Added Service) menurun sebesar 57 persen di kuartal ke-IV, dipengaruhi oleh adanya Surat Edaran/instruksi pemerintah (BRTI) mengenai layanan Jasa Pesan Premium, namun total pendapatan di kuartal-IV 2011 masih mampu tumbuh sebesar tiga persen QoQ disebabkan oleh tumbuhnya pendapatan layanan data 18 persen dan SMS delapan persen. Untuk layanan percakapan selama kuartal-IV 2011 juga mengalami pertumbuhan sebesar empat persen QoQ.

“Kami telah melihat kenaikan yang besar pada penggunaan layanan data, dan peningkatan di penggunaan layanan data kami, dengan kenaikan kontribusi pendapatan layanan data sebesar 15 persen terhadap total pendapatan layanan telekomunikasi dibanding 10 persen tahun sebelumnya," kata Hasnul.

"Serta kontribusi pendapatan selain percakapan sekarang telah mencapai hampir 50 persen. Pengguna layanan data sekarang telah melebihi setengah dari total pelanggan kami sedangkan trafik layanan data telah naik tiga kali lipat,” tambahnya.

Untuk pengguna layanan data sekarang berjumlah sebanyak 25,5 juta, 55 persen dari total pelanggan XL dan trafik penggunaan data telah tumbuh cepat sebesar 295 persendari 2,7 Petabyte tahun lalu menjadi 10,6 Petabyte di tahun 2011.

Perseroan mencatatkan pengeluaran pembelanjaan modal sebesar Rp6,5 triliun pada 2011, dimana lebih dari setengah diinvestasikan untuk bisnis layanan data. Dengan demikian posisi keuangan perseroan tetap sehat di 2011 dengan peningkatan pada rasio hutang, rasio hutang bersih terhadap EBITDA membaik menjadi 1,0 kali dari 1,1 kali di tahun sebelumnya.

“Dengan adanya hasil yang positif di 2011, kami dengan senang hati mengumumkan pengajuan rasio pembayaran dividen yang lebih tinggi yaitu sebesar 35 persin dari laba bersih yang dinormalisasi di 2011. Dividen yang diajukan tersebut akan dibayarkan pada tahun 2012 dan akan melalui persetujuan para pemegang saham pada RUPS mendatang.” pungkasnya. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement