Rupiah Jauhi Level Rp9.000/USD

Martin Bagya Kertiyasa - Okezone
Jum'at, 27 Januari 2012 16:05 wib
Ilustrasi. Foto: Okezone
Ilustrasi. Foto: Okezone
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan ini terpantau kembali menguat. Rupiah kini kembali turun dari level Rp9.000 per USD.

Menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah diperdagangkan di kisaran Rp8.980 per USD dengan range perdagangan Rp8.935-Rp9.025 per USD. Sementara mengutip yahoofinance, rupiah bercokol pada Rp8.971 per USD, dengan range perdagangan Rp8.960-Rp8.980 per USD.

Treasury Analyst Telkom Sigma Rahadyo Anggoro mengatakan, penguatan tersebut didorong oleh faktor eksternal dan internal. "Hari ini rupiah diprediksi masih akan alami penguatan, yang artinya rupiah berada di tren positif. Dan ini akan terjadi hingga beberapa waktu ke depan, sampai awal Februari," katanya saat dihubungi okezone di Jakarta, Jumat (27/1/2012).

Hal ini terjadi lantaran sentimen global akibat dari menguatnya mata uang Eropa. Kemudian, adanya kabar jika Dana Moneter Internasional atau IMF akan menambah dana talangan sebagai upaya untuk mengatasi krisis Eropa. "Sedangkan dalam negeri sebenarnya tidak peru dikhawatirkan. Bank Indonesia (BI) juga terus melakukan intervensi," tandasnya.

Analis Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih menjelaskan, pasar global ditutup mixed pada perdagangan kemarin, akan menjalar pada pasar Asia hari ini. "Rupiah kemungkinan masih berpotensi melemah menuju kisaran antara Rp8.970-Rp9.000 per USD," kata Lana. (mrt) (rhs)
TWITTER »
twit