BI Rogoh Rp7 M untuk Gedung De Javache Bank

Idris Rusadi Putra - Okezone
Jum'at, 27 Januari 2012 16:10 wib
Ilustrasi
Ilustrasi
SURABAYA - Bank Indonesia (BI) menggelontorkan dana sebesar Rp7 miliar rupiah guna melakukan konservasi gedung De Javasche Bank Surabaya yang merupakan gedung Bank Indonesia pertama di Surabaya. Gedung ini telah berumur 102 tahun yang bangunannya dilindungi cagar budaya.

Ketua Tim Perancangan Logistik Direktorat Logistik dan Pengamanan Bank Indonesia Triatmo Doryanto mengatakan tujuan dari konservasi ini adalah mengembalikan kondisi bangunan seperti semula yang disesuaikan dengan fungsinya saat ini. Dia menambahkan konservasi ini juga masih mempertahankan struktur dan bentuk bangunan jaman dulu.

"Oleh karena itu konsep kami sedikit berbeda konservasi pada umumnya, karena gedung bekas De Javasche Bank masih akan difungsikan  sebagai ruang pertemuan dan pameran UMKM," ungkapnya ketika ditemui wartawan di jalan Garuda, Surabaya, Jumat (27/1/2012).

Dari keterangannya kepada wartawan, gedung yang terletak di daerah Jembatan Merah tersebut sudah resmi digunakan sebagai kantor cabang De Javasche Bank cabang Surabaya sejak 14 September 1829.

Kemudian pada 1910, gedung itu kemudian dirobohkan dan dibangun ulang dengan luas sekira 1.000 meter persegi dan bergaya neorenaissance. Bank sentral menggunakan gedung itu sejak 1953 hingga 1973, karena BI Surabaya pindah ke kantor baru di Jalan Pahlawan.

"Setelah 1973 gedung tersebut tidak terawat dan kemudian rusak karena sering banjir di ruangan basement. Struktur bangunan menjadi keropos," jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan semenjak 2010, bank sentral berencana untuk mengkonservasi gedung tersebut seperti bentuknya semula sesuai rancang bangun 1910. Dalam upaya ini, bank sentral menggandeng Universitas Petra Surabaya sebagai konsultan perancang.

"Kami membutuhkan waktu sekira enam bulan dalam proses renovasi. Tapi dengan semua perencanaan telah memakan waktu sekitar dua tahun. Biayanya sekira Rp7 miliar," ujarnya.

Dia menjelaskan lamanya proses perencanaan karena semua material lama diteliti di laboratorium agar dapat ditentukan bahan bangunan pengganti yang akan digunakan dalam proses renovasi.

"Gedung ini merupakan bangunan bekas De Javasche Bank kelima yang dikonservasi oleh bank sentral, selain yang berada di Jakarta (Museum BI), Padang, Banda Aceh, dan Yogyakarta," pungkasnya. (wdi)
TWITTER »
twit