Demo Buruh

Hatta : Tidak Ada Investor yang Mau Hengkang

Martin Bagya Kertiyasa - Okezone
Sabtu, 28 Januari 2012 09:39 wib
Menko Ekonomi Hatta Rajasa. Foto: Okezone
Menko Ekonomi Hatta Rajasa. Foto: Okezone
JAKARTA - Menko Ekonomi Hatta Rajasa mengatakan, demo buruh besar-besaran yang terjadi beberapa waktu terakhir ini tidak membuat khawatir sejumlah investor asing.

"Ah tidak ada (investor yang mau hengkang)," kata Hatta di Kantornya, Jumat (27/1/2012) malam.

Untuk menghindari kejadian seperti itu terjadi kembali, Hatta mengatakan akan melakukan review soal pengupahan. "Makanya di butir tadi kita akan mengecek peraturan pemerintah (PP) dan Kemenakertransnya tentang pengupahan itu, dengan benchmark yang baik, dibahas lagi, supaya komprehensif," jelas dia.

Dia menjelaskan, diperlukan dialog atau cara-cara yang baik. "Jangan menempuh cara-cara yang mengakibatkan industri terhenti," imbuhnya.

Terkait dengan daya saing tenaga kerja Indonesia yang murah, Hatta pun menegaskan jangan sampai tenaga kerja dirugikan.

"Pekerja kita harus sejahtera, perusahaannya juga harus untung, negaranya harus mendapatkan pajak. Semuanya harus serasi seimbang, mengacu ke situ," ungkap dia. (wdi)
  • pengusaha » 0 Tanggapan
    pengusaha hanya bisa menelan pil pahit, sementara buruh tolong perbaiki kinejanya
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Wildan » 0 Tanggapan
    Birokrasi berbelit,biaya preman,korup Jangan sampai prestasi yg sdh dicapai tercoreng Ini masukan aja Selamat berjuang
    Beri Tanggapan Laporkan
  • urang awak » 0 Tanggapan
    investor yg sdh datang, jelas tdk akan hengkang sampai uang yg ditanamnya kembali. yg sudah jelas adalah investor baru tidak akan mau datang, meski pemerintahnya koar-koar dpt investmet grade. yg bakalan datang hanya "hot money", spekulasi jangka pendek utk ambil profit dan habis itu minggat lagi... ini bukan prestasi,...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Nanang Bernadi AT » 0 Tanggapan
    Kalau keadaanya seperti ini terus, siapa yang bisa menjamin investor tidak hengkang pak ? UMK di negara negara Asia hampir sama, tapi produktifitas buruh di Indonesia yang paling rendah, belum lagi biaya siluman yang besar. Investor mana yang tertarik untuk tetap menanam investasi di Indonesia.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.