SURABAYA - Bank Indonesia (BI) tengah mendesain pembentukan bank infrastruktur di Indonesia guna mendukung pembangunan infrastruktur seperti jalan dan pelabuhan.
Gubernur BI Darmin Nasution menegaskan Indonesia saat ini Indonesia memang memerlukan bank infrastruktur ini. Dan nantinya BI akan meniru negara lain yang telah suskes terlebih dahulu membangun bank infrastruktur.
"Pengalaman negara lain, ini harus ada, nah sekarang ada yang berhasil ada yang tidak. Kita tiru yang berhasil membuat bank infrastruktur," ungkap Darmin ketika ditemui wartawan seusai peresmian renovasi gedung de javasche bank, di Surabaya.
Okezone.com Vote Form : 565191
Darmin menilai dalam pembangunan bank infrastuktur ini harus memperhatikan beberapa hal diantaranya dasar hukum atau legal base, dan perekonomian harus terkendali dengan terkendalinya angka inflasi. Pembangunan bank infastrtuktur ini, menurut Darmin harus jauh dari intervensi manapun dan di manage dengan profesional.
"Memang kalau dibuat UU kapan jadinya, kita anggap itu arah yang kita tuju kita coba mendesain transisi tadi. Kita sudah mendesainnya. Masih harus diskusikan lebih jauh dengan otoritas. Tidak waktu lama, pada saat itu kita sudah bisa transisinya," tambahnya.
Lebih jauh Darmin mengatakan pembangunan bank infrastruktur juga harus ditunjang dengan pendanaan jangka panjang untuk membiayai infrastuktur yang umurnya panjang.
"Kalau bank infrastruktur ini harus sumber pendanaan jangka panjang, tidak bisa deposito sebulan. Ini memang kita sudah kesulitan untuk merealisasikan pembanguman infrastruktur, sampai tingkat tertentu ada yang berjalan, 2011 seperti kredit perlistrikan, pembangkit-pembangkit besar itu pertumbuhan besar. Tapi kita perlu jalan, pelabuhan," tukasnya
Lebih jauh Darmin berharap dengan disandangnya status
investment grade dari dua lembaga rating yaitu Fitch dan Moodys akan memeberikan bunga yang menarik di penerbitan obligasi, sehingga pendanaan jangka panjang akan bertambah.
"Setelah kita
investment grade, rating baik, bisa menerbitkan obligasi dengan bunga yang relatif rendah dan juga dana bumn punya jangka panjang sepeti surat berharga," pungkasnya.
(
wdi)