JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini diprediksi masih akan bergerak positif seiring dengan kondisi eksternal dan internal yang juga positif.
"Hari ini rupiah diperkirakan positif. Range-nya Rp8.940-8.980 per USD," ungkap treasury analyst Telkom Sigma Rahadyo Anggoro saat dihubungi okezone di Jakarta, Senin (30/1/2012).
Faktor dalam negeri yang dimaksud adalah lelang Surat Berharga Negara (SBN) yang melebihi permintaan. Ditargetkan pada awalnya permintaan sebanyak Rp7,1 triliun, namun ternyata melebihi permintaan menjadi Rp10,5 triliun. "Dari hasil tersebut, berarti minat investor masih tinggi," imbuhnya.
Dia menilai dengan adanya keberhasilan tersebut, pemerintah harus memperhatikan hal terkait dengan penerbitan SBN jangka panjang yang mencapai 15-20 tahun. "Sekarang belum berkembang karena modalnya besar," tuturnya.
Isu di eksternal pun juga positif, jika pertemuan antara negara di Eropa, yaitu kreditur dan petinggi Yunani mencapai kesepakatan. Pertemuan tersebut terkait dengan utang jatuh tempo pada Maret mendatang. "Investor setuju untuk reschedule utang," tandasnya.
Sebagaimana diketahui, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu menjauhi level Rp9.000 per USD atau berada di level Rp8.980 per USD dengan range perdagangan Rp8.935-Rp9.025 per USD. Sementara mengutip yahoofinance, rupiah bercokol pada Rp8.971 per USD, dengan range perdagangan Rp8.960-Rp8.980 per USD.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.