Investor Korea Hengkang dari RI Akibat Demo Bekasi

Gina Nur Maftuhah - Okezone
Senin, 30 Januari 2012 10:54 wib
Ilustrasi foto: Corbis
Ilustrasi foto: Corbis
JAKARTA - Adanya demo buruh yang dilakukan dengan menutup ruas tol di kawasan Jababeka akhir pekan lalu, telah menyebabkan investor otomotif dari Korea hengkang dari Indonesia. Mereka memilih Thailand sebagai basis produksinya.

"Salah satunya yang sudah dilaporkan investor dari Korea, dia mau investasi di bidang otomotif. Namun saya belum tau persis siapa investornya. Karena demo kemarin, dia akhirnya memilih Thailand," ungkap Ketua Bidang Pengupahan dan Jaminan Sosial Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani ditemui di MNC Tower, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Senin (30/1/2012)

Investasi yang akan ditanamkan investor Korea ini, menurut Hamdani, lebih dari Rp200 miliar dan dapat menyerap tenaga kerja yang cukup. Selain Korea, Hamdani juga menyebut investor otomotif asal Jepang yang akan melakukan perluasan usaha mengurungkan niatnya.

"Ada juga investor garmen lokal yang lebih memilih melakukan relokasi pabrik ke Jawa Tengah karena menganggap (upah) di Bekasi sudah mahal," lanjut dia.

Hamdani menyebut, kenaikan tingkat Upah Minimum Kota (UMK) Bekasi yang baru ditetapkan pemerintah sebesar Rp1,491 juta per bulan menjadi penyebabnya. Pasalnya, jumlah ini dinilai terlalu tinggi dan membuat investor balik badan.

"Itu (UMK Rp1,491 juta) kan baru upah minimal, belum yang lain-lainnya. Ini jelas memberatkan, upah naik terus tiap tahun hampir 30 persen," tambah dia.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Serikat Pekerja Nasional Djoko Heriyono menyebut bahwa alasan pengusaha ini hanyalah alasan klasik pengusaha. SPN melihat saat ini Indonesia berada di posisi yang strategis untuk investasi sehingga janggal pengusaha akan berbalik badan karena alasan kenaikan UMK ini.

"Apalagi kalau dilihat upah kita masih jauh di bawah Thailand dan Vietnam," tambah Djoko. (gna) (rhs)
  • valentino » 0 Tanggapan
    Apa yang tinggi Rp. 1.491 juta/bln dibiloang tinggi , belum USD$.200/bln.inipun jika dihitung prorata perbulan hanya USD.$.6.66/hari , coba bayangkan biaya mereka : transport,makan,biaya rumah tanggah,listrik , air,anak sekolah dll. Coba bandingkan dengan Negara lain yang pendapatannya terendah perbulan USD.1.500/bln yang berarti USD.66, sekian/hari ( 10 x dengan standard yang diberikan ). Coba bandingkan Negara lain. Silakan hengkang saja dari Indonesia mau kemana ? Thailand yang Negaranya cukup aman standardnya juga tinggi.Janganlah anda2 ini pilih pengurus yang tidak membela buruh sebab porsi mereka berkurang kalau ada beban biaya produksi naik , maunya makan keringat bangsanya.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • buruh » 0 Tanggapan
    emang gua pikirin kalo gak mau upah sesuai kehidupan di suatu tempat silahkan dirikan perusahaan di hutan aja. soal buruh? gampang...comot aja monyett, ular. upahnya murah paling pisang 1 tandan, untuk ular kasih aja tikus comberan. MURAH KHAN.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Haris » 0 Tanggapan
    gaji segitu emangnya d luar batas kewajaran ya,? Yang JADI PEMBANTU aja gajinya nympe 2jt bhkan lbh masa buruh yg kerja keras banting tulang guling-guling gajinya minim.!?
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Pooooooo » 0 Tanggapan
    Biasa, memang cari yg murah itu udah biasa. Mari kita bikin upah kita tinggi & dengan kemampuan yg handal.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ibra » 1 Tanggapan
    mau hengkang? biarin aja. klu tdk bisa bayar upa buruh yang layak, tak paya mrk dtg biarkan ia pulang pd negerinya.
    • kacung
      NTAR KALO PENGUSAHA ASING PADA KABUR KELUAR ENTE MAU KERJA SAMA SIAPA??? KALO MAU SUKSES JANGAN JADI BURUH TAPI USAHA SENDIRI...TAPI KALO MAU USAHA SENDIRI RESIKONYA BURUH ENTE NTAR DEMO KALO DIKASIH GAJI KECIL GINI. TAPI GUE GAK YAKIN ENTE KALO JADI PENGUSAHA BAKAL KASIH GAJI GEDE KE BURUHNYA...
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit