Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemerintah Kucurkan Rp250 M untuk Bangun 295 SPBU

Saugi Riyandi , Jurnalis-Selasa, 31 Januari 2012 |15:11 WIB
 Pemerintah Kucurkan Rp250 M untuk Bangun 295 SPBU
Ilustrasi. Foto: Okezone
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah menyediakan pinjaman lunak senilai Rp500 miliar untuk investasi 295 unit Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) jenis pertamax dalam rangka program pembatasan premium di wilayah Jawa-Bali per 1 April 2012.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Evita Legowo, kala ditemui dalam rapat kerja melalui video conference bersama wali kota di Plaza Centris, Kuningan, Jakarta, Selasa (31/1/2012).

"Kami sudah dapat kepastian dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bahwa ada anggaran senilai Rp500 miliar untuk pinjaman lunak ke SPBU. Dana tersebut akan masuk APBN-P 2012," katanya.

Meski demikian, dia mengaku belum mengetahui mekanisme bentuk pinjaman tersebut seperti apa. Karena, masih dalam kajian Kemenkeu. "Melalui pinjaman lunak, SPBU di Jawa-Bali akan lebih siap melaksanakan program pembatasan premium di 2012," katanya.

Evita menambahkan, sejauh ini baru SPBU di Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) saja yang sudah siap melakukan pembatasan BBM bersubsidi di 1 April 2012. "Sementara kalau mesti seluruh Jawa-Bali per 1 April 2012, Pertamina memang belum siap dan mereka meminta waktu tambahan. Makanya akan dilaksanakan secara bertahap," tegasnya.

Lebih lanjut Evita menambahkan pihaknya telah berjuang untuk meminta insentif dari Kemenkeu guna menyediakan anggaran untuk investasi SPBU tersebut. "Pokoknya kita siapkan yang murah pinjamannya. pada dasarnya anggaran sudah disiapkan tinggal pemanfaatannya saja," pungkasnya. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement