Ilustrasi. Corbis.
NEW York - Harga emas kembali merosot imbas penurunan tajam dalam euro dan kerugian dalam komoditas, dipicu aksi profit taking.
Menutip Reuters, Selasa (31/1/2012), komoditas logam, minyak mentah dan harga biji-bijian ditutup lebih rendah setelah upaya Yunani mencapai restrukturisasi utang dengan kreditur terhambat dan para pemimpin Eropa tengah berusaha menemukan untuk melakukan penghematan.
Meski begitu, emas telah membukukan keuntungan lima persen pekan lalu, setelah rally empat minggu berturut-turut setelah Federal Reserve (Fed) Amerika Serikat (AS) memutuskan menahan suku bunga sampai akhir 2014.
Pekan lalu, merupakan reli terbesar emas mingguan dalam tiga bulan imbas pernyataan The Fed dan data yang menunjukkan ekonomi AS tumbuh lebih lambat dari yang diharapkan pada kuartal IV-2011.
Spot emas turun 0,4 persen dan bertahan pada USD1.730,36 per ounce pada 02:47 EST, setelah berada pada titik terendah USD1.716,19. Emas berjangka AS untuk pengiriman Februari turun USD1,20 dan menetap di USD1.731 per ounce. Volume perdagangan masih sesuai dengan rata-rata 30-hari
Perak turun 1,4 persen menjadi USD 33,45 per ounce. Platinum turun 0,4 persen dan berada pada USD1.609.24 per once dan telah naik hampir 15 persen pada Januari, kenaikan terbesar sejak rally 25 persen sejak Februari 2008. Palladium naik tipis 15 sen menjadi USD685,75 per ounce.
Kurang dari setahun setelah runtuhnya perak dari rekor tertinggi, investor kembali pada logam tersebut dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan demikian ada kemungkinan logam putih tersebut bisa meninggalkan emas. (mrt) (rhs)