JAKARTA - Pemerintah menuturkan bahwa rencana PT Perkebunan Nusantara VII (PTPN VII) untuk melakukan penawaran saham umum perdana (initial public offering/IPO) akan mengalami penundaan.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menuturkan, tertundanya IPO tersebut karena menunggu dulu adanya holding perkebunan. "Kalau PTPN VII nanti dulu IPO-nya. Tunggu dulu jadi holding baru nanti IPO," ungkap kala ditemui usai Rakor Privatisasi BUMN di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (31/1/2012).
Sambil menunggu persiapan holding perkebunan tersebut, baik pihak manajemen PTPN VII dan pihak Kementerian BUMN akan melakukan berbagai persiapan agar nantinya PTPN VII tersebut bisa melempar sahamnya ke publik.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian BUMN menyatakan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, IV, dan VII sudah siap untuk melakukan IPO.
"PTPN III, IV, dan VII sudah siap untuk melakukan IPO. Saya juga mau semua dapat manfaat," ungkap Deputi Menteri BUMN Bidang Privatisasi dan Restrukturisasi Kementerian BUMN Pandu Djajanto beberapa waktu lalu.
Namun, ketiga PTPN tersebut harus dievaluasi lagi agar semuanya bisa mendapatkan manfaat dari IPO tersebut. Selain itu, alasan lain untuk evaluasi adalah karena di khawatirkan PTPN yang lain akan merasa tersaingi. "Ketiga PTPN tersebut sudah siap, tapi takut yang lain iri. Jadi evaluasi lagi sehingga semua dapat manfaat dari IPO tersebut," pungkasnya.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.