Emas. Foto: Okezone
SINGAPURA - Harga emas bergerak menguat hingga 11 persen, dan membuatnya berada dalam posisi termahal sejak Agustus 2011 lalu.
Menguatnya harga komoditas safe haven ini seiring dengan kembali munculnya kekhawatiran pelaku pasar atas kondisi ekonomi global menyusul data ekonomi yang negatif.
Harga rumah AS turun lebih tajam dari yang diperkirakan pada November, dan konsumen berbalik menjadi kurang optimis pada bulan Januari karena pemulihan ekonomi yang masih menghadapi rintangan.
Pelaku pasar juga memfokuskan diri atas survei manufaktur global termasuk di China dan zona euro oleh Institute for Supply Management Indeks dari AS.
Survei ini melaporkan ekonomi berjalan lambat di tengah penurunan permintaan pada tahun 2012 ini. Dan itu bank sentral di seluruh dunia di bawah tekanan untuk menjaga akomodatif kebijakan suku bunga bunga rendah untuk mendukung pertumbuhan.
Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (1/2/2012), harga emas menyentuh level tertingginya dalam dua bulan terakhir di USD1.747,39 pada sesi perdagangan terdahulu. Sementara pagi ini harga emas turun tipis 0,1 persen menjadi USD1.735,19 per ounce. Sementara harga emas AS turun 0,1 persen jadi USD1.747,39. (wdi)