Ilustrasi
JAKARTA - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) di 2012 sebesar USD600 juta-USD700 juta.
"Capex Adaro Indonesia untuk kebutuhan internal. Pembangunan, untuk alat berat, lebih banyak di Adaro Indonesia. Kita kan ada yang besar ada dua, di Indomedco, power plant, ini untuk Adaro Indonesia dan SIS. Sumber dana dari dana internal dan pinjaman," ungkap Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (1/2/2012).
Lebih jauh dia mengungkapkan, terkait dengan ekspor perusahaan, saat ini pasar ekspor di Amerika Serikat (AS) dan Eropa sedang lesu, imbas dari krisis yang terjadi di kedua negara tersebut, sehingga perusahaan akan memfokuskan untuk penjualan di pasar domestik.
"Demand terhadap energy coal relatif stabil, bukan strong, kita waspadai pengaruh Eropa dan AS, tapi market utama kami di Asia, kebetulan Adaro itu menstrategikan kita tidak mau depending ke satu pasar saja, market domestik 20-24 persen," akunya.
Dia pun memastikan, saat ini Adaro mengekspor ke pasar tradisional yaitu ke Jepang, Taiwan, Korea, Hong Kong, dan Malaysia. Hal tersebut dilihat dari kebutuhan pasar di China dan India yang melonjak pesat sejak 2004 lalu.
"Kebanyakan dipakai untuk power utility, kita sekarang pantau terus ke China dan India. Tapi kita tak mau ekspor lebih dari 10 persen," tandasnya. (wdi)