JAKARTA - Realisasi penjualan batu bara PT Adaro Energy Tbk (ADRO) selama 2011 mencapai 49 juta ton.
Presiden Direktur Adaro Garibaldi Thohir mengungkapkan, sementara untuk realisasi produksi batu bara ADRO tahun lalu mencapai 47,7 juta ton. "Padahal target produksi batu bara 2011 mencapai 46 juta ton hingga 48 juta ton," katanya saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (1/2/2012).
Dia mengaku jika selama ini penjualan terbesar Adaro masih untuk pasar domestik, jumlah tersebut sekira 25 persen dari volume penjualan. "Sekira 25 persen dari volume penjualan kami, adalah untuk pasar domestik seperti ke PLN, pabrik semen dan pembeli lainnya," akunya.
Selanjutnya, untuk pasar ekspor, tujuan utamanya masih ke pasar Asia seperti Jepang, Taiwan, Korea, Hong Kong, dan Malaysia.
"Tapi kami juga tengah mengawasi pasar China dan India karena kebutuhan batu bara mereka melonjak cukup besar. Kalau negara lainnya pertumbuhan tidak sebesar keduanya," tambahnya.
Untuk produksi tahun ini, perusahaan memperkirakan bisa mencapai 50 juta ton hingga 53 juta ton. Perusahaan juga menargetkan dapat meningkatkan penjualannya ke PLN hingga menembus angka 11 juta ton. "Untuk ke PLN plus ke IPP ya tahun ini kami bisa tembus 11 juta ton," pungkasnya.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.