JAKARTA - Kinerja ekspor pada Desember 2011 mengalami penurunan sebesar 0,22 persen menjadi USD17,20 miliar dari ekspor November 2011 sebesar USD17,24 miliar.
"Penurunan ekspor pada Desember 2011 dikarenakan adanya penurunan ekspor nonmigas mejadi USD13,60 miliar dari semula USD13,71 miliar," ungkap Pelaksana tugas (Plt) Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin, di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (1/2/2012).
Namun secara year on year (yoy), ekspor tersebut mengalami kenaikan sebesar 2,19 persen dari ekspor Desember 2010. Sementara untuk periode Januari 2011 hingga Desember 2011 total ekspor mencapai USD203,62 miliar di mana secara yoy naik 29,05 persen.
Adapun ekspor nonmigas periode Januari 2011 hingga Desember 2011 sebesar USD162,02 miliar yang naik 24,8 persen secara yoy. Lalu tiga negara ekspor terbesar adalah ke tiga negara yaitu Jepang sebesar USD18,33 miliar, China USD21,60 miliar, dan AS sebesar USD15,69 miliar.
Sementara untuk impor Desember 2011 sebesar USD16,34 miliar yang naik sebesar 24,28 persen secara yoy. Namun jika dibandingkan dengan November 2011 naik sebesar 6,14 persen. Serta untuk total impor periode Januari 2011 hingga Desember 2011 mencapai USD177,30 miliar yang naik 30,69 persen secara yoy.
Kemudian untuk impor nonmigas sebesar USD136,61 miliar yang naik sebesar 26,20 persen secara yoy. Untuk negara impor terbesar diduduki oleh China sebesar USD25,53 miliar, Jepang USD19,31 miliar, dan AS sebesar USD10,67 miliar.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.