JAKARTA - Seiring membaiknya perekonomian saat ini, Indonesia diprediksi akan menjadi pasar baru dengan membanjirnya produk impor.
"Indonesia akan menjadi pasar baru, tidak hanya China dan India, semua akan masuk ke Indonesia," kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, saat ditemui di perdagangan perdana INATIN, di Gedung Capitol, Jakarta, Rabu (1/2/2012).
Menurutnya, pemerintah akan melakukan upaya untuk mengamankan pasar dalam negeri. Caranya adalah dengan melindungi konsumen dengan memberlakukan safeguarding. "Kemudian meningkatkan daya saing produk lokal, mengkampanyekan pada konsumen untuk mencintai produk dalam negeri," katanya.
Badan Pusat Statistik (BPS) menuturkan, secara kumulatif neraca perdagangan dari periode Januari-Desember 2011 surplus sebesar USD26,32 miliar. "Pada Desember 2011 neraca perdagangan surplus di mana ekspor sebesar USD17,20 miliar dan impor USD16,34 miliar," ungkap Pelaksana tugas (Plt) Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin.
Kinerja ekspor pada Desember 2011 mengalami penurunan sebesar 0,22 persen menjadi USD17,20 miliar dari ekspor November 2011 sebesar USD17,24 miliar. "Penurunan ekspor pada Desember 2011 dikarenakan adanya penurunan ekspor nonmigas menjadi USD13,60 miliar dari semula USD13,71 miliar," kata Suryamin.
Namun secara year on year (yoy), ekspor tersebut mengalami kenaikan sebesar 2,19 persen dari ekspor Desember 2010. Sementara untuk periode Januari 2011 hingga Desember 2011 total ekspor mencapai USD203,62 miliar di mana secara yoy naik 29,05 persen.
Adapun ekspor nonmigas periode Januari 2011 hingga Desember 2011 sebesar USD162,02 miliar yang naik 24,8 persen secara yoy. (mrt)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.