JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengatakan Indonesia tidak boleh berbangga dengan kinerja ekspor yang meningkat ke China.
"Kalau ekspor kita ke Republik Rakyat China (RRC) kan bahan mentah. Ekspor total mesti kita lihat kualitasnya juga, kalau mayoritas ekspor bahan mentah jangan happy dulu. Kinerja perindustrian harus mengubah itu step by step menjadi barang jadi," ungkap Menteri Perindustrian MS Hidayat, kala ditemui usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi VI DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (1/2/2012).
Guna meningkatkan kualitas ekspor Indonesia, ke depan akan dilakukan perluasan hilirisasi diberbagai sektor misalnya di sektor mineral menjelang 2014, di mana saat ini hilirisasi hanya dilakukan pada sektor agrobisnis saja. "Jadi akan ada value added industri untuk industri mineral," paparnya.
Sekadar informasi, kinerja ekspor pada Desember 2011 mengalami penurunan sebesar 0,22 persen menjadi USD17,20 miliar dari ekspor November 2011 sebesar USD17,24 miliar. "Penurunan ekspor pada Desember 2011 dikarenakan adanya penurunan ekspor nonmigas menjadi USD13,60 miliar dari semula USD13,71 miliar," kata Suryamin.
Namun secara year on year (yoy), ekspor tersebut mengalami kenaikan sebesar 2,19 persen dari ekspor Desember 2010. Sementara untuk periode Januari 2011 hingga Desember 2011 total ekspor mencapai USD203,62 miliar di mana secara yoy naik 29,05 persen.
Adapun ekspor nonmigas periode Januari 2011 hingga Desember 2011 sebesar USD162,02 miliar yang naik 24,8 persen secara yoy. Sekadar informasi, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) ekspor nonmigas ke China pada Desember 2011 mencapai angka terbesar yaitu USD2,15 miliar disusul Jepang USD1,60 miliar dan Amerika Serikat (AS). (mrt)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.