JAKARTA - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan ada tiga hal yang mengancam daya saing industri nasional.
Pertama adalah beban logistik yang sangat tinggi. Di mana biaya logistik saat ini, kata dia, adalah sekira 14,08 persen dari harga jual produk. Maka dari itu, diperlukan pembangunan sarana infrastruktur yang memadai.
"Infrastruktur konektivitas logistik kita berada di warna kuning menuju merah. Tahun ini, kita akan habis-habisan untuk pembangunan infrastruktur. Biarlah negara sedikit bangkrut daripada industri kita yang bangkrut. Biaya logistik yang tinggi harus ditekan," kata Hatta di Jakarta, Rabu (1/2/2012).
Ancaman kedua, lanjut Hatta, adalah Indonesia masih bergantung pada impor bahan baku dan bahan penolong.
"Untuk itu kita keluarkan insentif berbagai macam fiskal. Kalau perlu kita berikan segala macam kemudahan. Yang penting untuk perbaiki strukturnya sehingga suplai jangan
tersendat," jelasnya.
Ancaman terakhir adalah produktivitas sumber daya manusia (SDM) dan sistem pengupahan.
"Jangan sampai, sistem pengupahan diatur politik. Kalau begitu, apa jadinya negeri ini. Harus ada kepastian hukum dan mengacu pada tripartit," tegas Hatta.
Dia menambahkan, ketiga ancaman tersebut menjadi tantangan-tantangan yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah. Menurutnya, pasar domestik harus diperkuat agar tidak dibanjiri barang-barang impor.
"Untuk itu, dibutuhkan koordinasi. Jangan sampai, ada Menteri yang menerbitkan suatu keputusan tanpa koordinasi. Akibatnya, membunuh industri. Bangsa ini terlalu besar untuk dikerjakan sendiri karena hanya memikirkan sektor sendiri. Ini adalah ekonomi bangsa," paparnya.
Untuk itu, lanjutnya, pemerintah tengah mengkaji beberapa regulasi yang dinilai menghambat pertumbuhan. Untuk rencana revisi UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, lanjut dia, sudah diajukan namun masih harus menunggu. Pasalnya, revisi itu ditunda masuk dalam Prolegnas 2012.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.