Ilustrasi
JAKARTA - PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) mencatat pertumbuhan kredit hingga akhir Desember 2011 mencapai sekira Rp38 triliun (unaudited), tumbuh sekira 25 persen dibandingkan posisi Desember 2010.
Direktur Keuangan dan Perencanaan Bukopin Tri Joko Prihanto mengatakan, meskipun belum final, Tri mengaku pertumbuhan kredit di 2011 mencapai sekira Rp38 triliun, tumbuh sekira 25 persen dibandingkan Desember 2010.
Menurut Tri, dari segmen kreditnya, kredit Usaha Kecil dan Menengah yang mengambil porsi 60 persen dari total kredit tumbuh di atas 25 persen, kemudian kredit komersial yang mengambil porsi 30 persen dari total kredit tumbuh sekitar 25 persen dan kredit konsumer yang mengambil porsi 10 persen dari total kredit tumbuh sekira 20 persen.
Menurut Tri, untuk kredit konsumer sendiri banyak disalurkan untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) atau untuk mobil dan kredit serbaguna. Khusus untuk KPM, perseroan telah menggandeng sembilan multifinance yang fokusnya bermacam-macam dealer maupun mobil second (used car).
"Core kami adalah UKM dan mikro. Kami tetap fokus kesana. Akhir tahun 2011 memang komersial porsinya naik dari 30 persen menjadi 35 persen. Itu lebih karena ada proyek jangka pendek yang pasarnya jelas dan bagus," ungkapnya di sela-sela diskusi dan media briefing di Jakarta, Rabu (1/2/2012).
Selain itu, Tri juga mengungkapkan aset perseroan tumbuh di atas 15 persen, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 12-16 persen, rasio kredit terhadap DPK mencapai sekira 85 persen, dan rasio kredit bermasalah dikisaran 2,6-2,9 persen. Untuk tahun ini, kata dia, perseroan menargetkan kredit dikisaran 15-20 persen.
"Laba 2011 bisa di atas rata-rata industri lah. Untuk kredit di 2012, sebenarnya kita ikuti industri di kisaran 15-20 persen," ujarnya tanpa menyebut angka. (Erichson Sihotang /Koran SI/wdi)