SPBU Pertamina
JAKARTA - Pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang saat ini tengah ramai diperbincangkan banyak menuai protes. Salah satunya datang dari Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
"Bagaimana caranya pembatasannya? Silakan saja menterinya berdiri di pompa bensin, tidak ada yang bisa, memang bisa batasi orang. Bisa berkelahi di pompa bensin itu orang," kata Jusuf saat ditemui seusai memberi sambutan dalam Economic and Capital Market Outlook, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (2/2/2012).
Dia menilai, pemerintah terlalu banyak bertele-tele dan banyak membuang waktu terkait dengan hal ini.
"Pemerintah jangan terlalu banyak pengkajian. Mudah menaikkan harga BBM. Di zaman saya tiga kali saya naikkan harga bensin, tidak ada orang yang marah," akunya.
Sementara itu, saat dimintai tanggapan mengenai kajian pemerintah jika selain pembatasan BBM, pemerintah juga berencana menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) 10 persen, dia mengusulkan agar proyek 10 megawatt (mw) segera dipercepat.
"Bukan begitu (jangan naikkan TDL industri), tetapi percepat saja semua proyek 10 ribu mw, percepat semua alternatif listrik, kalau begitu turun harga pokoknya dong," tandasnya. (gna) (rhs)