Minyak AS Tergerus Brent London

Martin Bagya Kertiyasa - Okezone
Kamis, 2 Februari 2012 10:44 wib
Ilustrasi. Foto: Reuters
Ilustrasi. Foto: Reuters
NEW YORK - Data manufaktur China yang membaik dan kekhawatiran akan embargo Iran, telah membuat minyak mentah jenis Brent kembali naik.

Minyak mentah Amerika Serikat (AS) berubah negatif, setelah data Administrasi dari Informasi Energi AS menunjukkan adanya lonjakan empat juta barel pekan lalu, termasuk peningkatan 1,5 juta barel di Cushing, Oklahoma, pusat pengirimin untuk kontrak berjangka minyak New York Mercantile Exchange 's (NYMEX).

Selain itu, minyak mentah AS terhambat oleh data yang menunjukkan tingkat lapangan kerja di sektor swasta lebih rendah dari yang diharapkan, meskipun pertumbuhan manufaktur meningkat pada Januari.

Keuntungan Brent juga terkoreksi setelah data tersebut dirilis, namun tetap berada di wilayah positif. Pasar nampaknya masih berharap Yunani dapat membuat kesepakatan swap utang dengan para pemegang surat utang.

Mengutip Reuters, Kamis (2/2/2012), di London, minyak mentah jenis Brent pada pengiriman Maret 58 sen naik ke USD111,56 per barel, setelah sempat mencapai level tertinggi pada USD112,82. Sementara, minyak mentah AS, Light Sweet, harus turun 87 sen dan ditutup pada USD97,61 per barel, ini adalah penurunan Light Sweet selama empat hari belakangan.

Neraca premi Brent terhadap Light Sweet pun makin melebar ke USD13,95 per barel dari sebelumnya USD 12,50 per barel, setelah rata-rata harian Brent melonjak USD14,08, tertinggi sejak 15 November.

Data EIA menunjukkan, kenaikan stok sebanyak tiga juta barel disebabkan karena terus merosotnya permintaan. Bensin RBOB berjangka harus tergerus dan ditutup pada USD2,8922 per galon, turun 0,13 persen dari USD2,9487 hit sebelum rilis data AMDAL. (mrt) (rhs)
TWITTER »
twit