Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jaga Stabilitas Harga Beras, Bulog Harus Dipertahankan

Sudarsono , Jurnalis-Kamis, 02 Februari 2012 |17:56 WIB
Jaga Stabilitas Harga Beras, Bulog Harus Dipertahankan
Ilustrasi. Foto: Koran SI
A
A
A

JAKARTA - Langkah pemerintah untuk membentuk BUMN Pangan, salah satunya BUMN sektor produksi, dinilai sudah tepat oleh pakar pertanian dari Universitas Brawijaya, Prof Sudiarso. Namun, menurutnya, rencana itu belum cukup untuk menciptakan ketahanan pangan. Ia menilai, masih diperlukan penguatan di sektor lain, seperti sektor proses dan distribusi pangan.
 
Sudiarso tidak sependapat jika sektor produksi, proses pascaproduksi dan distribusi digabungkan menjadi satu BUMN. “Karena justru bisa mengganggu fungsi BUMN tersebut ketika terjadi masalah pada salah satu sektor,” ujarnya kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (2/2/2012).

Menurut Sudiarso, peran Bulog sebagai distributor sekaligus stabilisasi harga sangat penting, terutama di tengah era yang disebut liberalisasi.

Dia mengemukakan pendapatnya terkait isi Rancangan Undang-Undang (RUU) Pangan yang kini sedang digodok pemerintah dan DPR. Seperti diketahui, salah satu isi yang tertuang dalam RUU tersebut menegaskan bahwa kelembagaan pangan bakal direvisi dengan dibentuknya Badan Otoritas Pangan (BOP). Dalam pembahasan bakal regulasi pangan itu, BOP diposisikan sebagai regulator, sedangkan fungsi operator masih terus dicari formulanya.
 
Sementara itu, pakar pertanian Universitas Hasanudin Prof Saleh Ali menilai, dalam memformulasikan kelembagaan pangan, pemerintah, dan DPR perlu mempertimbangkan kondisi yang terjadi saat ini. Bahwa dunia masih dilanda kerawanan pangan.
 
Karena itu, kata Saleh, campur tangan negara diperlukan untuk mengantisipasi dampak kerawanan pangan tersebut. ”Sebab masih banyak rumah tangga di Indonesia yang masih belum bisa memenuhi kebutuhan pangan,” ungkapnya.
 
Lebih jauh, Saleh mengungkap, kerawanan pangan didefinisikan sebagai ketiadaan akses terhadap pangan, yang biasanya disebabkan oleh tidak tersedianya pangan dan rendahnya daya beli.  Dengan demikian, peran negara diperlukan untuk mengurangi situasi tersebut.

Menyadari pentingnya peranan negara dalam menjamin ketahanan pangan atau mengurangi kerawanan pangan, pemerintah melalui Kementerian BUMN berupaya berbenah diri. Salah satu opsinya adalah wacana pembentukan BUMN Pangan sektor produksi. Menurut Saleh, untuk menciptakan ketahanan pangan dibutuhkan bukan hanya keseriusan menata sektor produksi. Karena masih ada sektor proses produksi dan distribusi hasil produksi.

Sektor produksi adalah kegiatan yang fungsinya menjamin agar kebutuhan produksi seperti pupuk tersedia. Proses dalam sektor produksi adalah kegiatan yang fungsinya memaksimalkan produktivitas dalam penggunaan faktor-faktor produksi. Untuk sektor ini, pemerintah memiliki BUMN seperti PT Pertani dan PT Sang Hyang Seri (persero) untuk produksi bahan utama pangan, serta Minatani untuk bidang perikanan.

Nah, kegiatan lain yang tak kalah pentingnya adalah kegiatan di sektor distribusi.  Karena Kegiatan tersebut berfungsi mendistribusikan hasil produksi. Salah satu BUMN yang selama ini berperan dalam sektor tersebut adalah Perum Bulog.
 
Seperti halnya pendapat Sudiarso terkait wacana menggabungkan ketiga sektor tersebut (produksi, proses paska produksi dan distribusi) dan menjadi satu BUMN, Saleh Ali juga tidak sependapat dengan ide tersebut. Karena menurutnya, masing-masing sektor memiliki faktor resiko yang berbeda, sehingga jika sektor tersebut digabungkan dengan alasan memudahkan koordinasi, tetap tidak bisa diterima.

Misalnya ketika terjadi masalah pada sektor produksi yang mengakibatkan gagalnya panen, maka jika ketiga sektor tersebut digabungkan, jelas akan mengganggu keseluruhan kegiatan yang ada, baik sektor proses maupun distribusi. Berbeda jika ketiga sektor tersebut dipisah. Meskipun salah satu sektor mengalami masalah, maka sektor lain tidak terganggu fungsinya, bahkan bisa membantu menjalankan fungsinya untuk sementara.

Adapun ketika sektor proses terganggu yang mengakibatkan berkurangnya ketersediaan pangan, maka sektor distribusi bisa menggantikannya dengan melakukan pengadaan pangan, salah satunya dengan impor. Tentang peran distribusi pangan selama ini, peran Bulog tidak bisa dinafikan. Selain itu, Bulog juga berperan sebagai stabilisasi harga dan mengelola stok dan cadangan.

”Dengan fasilitas yang lengkap dan jaringan kuat di seluruh wilayah nusantara, maka peran Bulog perlu diperkuat, bukan malah dipreteli,” kata Saleh.  (gna)


Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement