Ilustrasi. (Foto: Reuters)
NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat (AS) bergerak melemah lantaran pelaku pasar yang wait and see atas laporan tenaga kerja.
Data ekonomi baru-baru ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi ada di jalur lambat, walau demikian ekonomi masih bisa dikatakan stabil. Dan itu telah mendorong pasar saham menguat. Nonfarm payrolls yang merupakan yang diharapkan menunjukan tren pasar tenaga kerja meningkatpada Januari, dan ini menjadi ujian bagi reli pasar.
Optimisme atas pasar tenaga kerja diperkuat dengan tunjangan pengangguran yang turun lebih besar dari yang diharapkan.
"Angka yang layak diharapkan dari data ini agar pasar saham dapat terus menguat. Jika di luar ekspetasi, maka indeks akan terkoreksi," kata analis dan broker FuturePath Frank Lesh seperti dikutip dari Reuters, Jumat (3/2/2012).
Pertumbuhan lapangan kerja AS kemungkinan melambat di bulan Januari lantaran tenaga kerja sementara selama musim belanja liburan telah diberhentikan. Tapi ekspetasi tetap berharap agar data ini positif.
Nonfarm payrolls mungkin meningkat sebesar 150.000 pada Januari setelah meningkat 200.000 pada Desember lalu. posisi terendahnya dalam tiga tahun di kisaran 8,5 persen.
Pada akhir perdagangan Kamis, indeks Dow Jones Industrial Average turun 11,05 poin atau 0,09 persen ke 12.705,41. Indeks Standard & Poor menguat 1,45 poin atau 0,11 persen ke 1.325,54. Dan Nasdaq Composite Index naik 11,41 poin atau 0,40 persen ke 2.859,68. (wdi)