JAKARTA - PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) membukukan laba bersih perseroan meningkat secara signifikan sebesar 47 persen menjadi Rp1,1 triliun untuk tahun buku 2011 dengan laba per saham Rp79 dibanding sebelumnya sebesar Rp54 per saham.
Adapun total gabungan EBITDA untuk 3 FTA TV (tidak termasuk unit bisnis lainnya) meningkat sebesar 42 persen untuk tahun buku 2011U dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu dan EBITDA konsolidasi meningkat sebesar 26 persen.
"Sementara EBITDA marjin konsolidasi meningkat sebesar 34 persen untuk tahun buku 2011 dari 30 persen di 2010," demikian disampaikan Investor Relation MNCN Robert Satrya, dalam laporannya di keterbukaan informasi BEI, Jumat (3/2/2012).
Diakuinya, deretan program yang kuat yang ditargetkan untuk keluarga dan khususnya pemirsa perempuan untuk sinetron di prime-time telah menghasilkan rata-rata pangsa pemirsa gabungan sebesar 40 persen per kuartal IV-2011.
"MNC sendiri telah secara konsisten mendapatkan rating yang tinggi yang menghasilkan pertumbuhan 17 persen pada pendapatan iklan, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan industri sebesar 15 persen," jelasnya.
EBITDA dari tiga FTA TV secara agregat untuk di kuartal IV-2011 (tidak termasuk unit bisnis lainnya) tumbuh sebesar 110 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dia menambahkan, laba bersih tumbuh sebesar 117% menjadi Rp278 miliar dikarenakan meningkatnya laba usaha dan menurunnya beban bunga (karena obligasi MNC telah sepenuhnya diselesaikan pada September 2011).
"Tiga FTA TV yang dimiliki MNC memberikan kontribusi 78 persen pada pendapatan konsolidasi dan 96 persen pada EBITDA konsolidasi untuk tahun buku 2011. Tiga FTA TV kami secara berkesinambungan mempertahankan posisi terdepan dengan rata-rata pangsa pemirsa gabungan (All 5+) pada prime-time sebesar 39 persen," jelasnya.
Sementara itu, laba usaha meningkat sebesar 34 persen untuk tahun buku 2011U sebesar Rp1,6 triliun. Total beban usaha hanya meningkat sebesar tiga persen karena perseroan berhasil menurunkan beban langsung (memiliki porsi sebesar 62 persen dari total beban usaha) sebesar empat persen melalui pemanfaatan content untuk penyiaran kedua kali dan secara efektif mengontrol biaya produksi.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.