JAKARTA - Meskipun nilai ekspor kelapa sawit ke Pakistan setiap tahun terus turun dari USD800 juta ke USD60 juta, pemerintah terus melakukan perjanjian bilateral terkait dengan rencana ekspor tersebut.
Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan yang ditemui dalam acara Prefential Trade Agreement dengan Pakistan di Kantor Kemendag, Jakarta, Jumat (3/2/2012).
"Luar biasa, ada 400 lebih item yang dibilang sudah dan akan diliberalisasi. Kelapa sawit itu yang paling dahsyat. Kelapa sawit itu turun drastis, dahulu ekspor kita ke Pakistan kurang lebih USD800 juta per tahun dan itu turun jadi USD60 juta per tahun. Itu disalip kita sama negara-negara lain yang bisa memproduksi kelapa sawit," ujar Gita.
Dengan adanya penurunan dan liberalisasi tarif antar Indonesia dan Pakistan, Gita yakin ekspor tersebut dapat terus meningkat.
"Hanya untuk kelapa sawit dan 400 lebih komoditas, ya target di atas USD60 juta. Pasar ini bukan Pakistan saja, ini kalau kawan-kawan di Asia Tenggara, kalau mau mengonsumsi apapun, mereka harus mentransportasi barang di beberapa tempat saja lewat Pakistan dan Iran, tetapi tentunya lewat Iran saya rasa lebih make sense (masuk akal) untuk kita," jelasnya.
Gita menambahkan, hubungan diplomatik yang dilakukan antara Indonesia dan Pakistan menjadi cukup hangat. "Ini sangat menjadi pertimbangan," pungkasnya.
Sebagai informasi, perundingan preferential trade agreement atau kerja sama perdagangan bebas anatara Indonesia-Pakistan telah berlangsung alot dan lama. Perundingannya dilakukan sampai tujuh kali selama beberapa tahun sampai akhirnya terealisasi hari ini. Hal ini lantaran kedua belah pihak tak jua menemukan kata sepakat terkait beberapa mata pos tarif seperti komoditas jeruk kino dari pakistan dan sawit Indonesia yang akan masuk ke Pakistan.
Pakistan adalah negara ketiga tujuan ekspor Indonesia setelah India dan China. Nilai transaksi perdagangan antara Indonesia-Pakistan di 2009 mencapai USD1,17 miliar dengan neraca perdagangan Indonesia yang selalu surplus. (gna)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.