SBY Ajak Pengusaha Tionghoa Perhatikan Buruh

Susi Fatimah - Okezone
Jum'at, 3 Februari 2012 19:31 wib
Presiden SBY. Foto: Koran SI
Presiden SBY. Foto: Koran SI
JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta para pemilik usaha dari kalangan Tionghoa untuk memperhatikan kesejahteraan nasib kaum buruh.

"Sekali lagi saya mengajak saudara-saudara untuk memberikan penghargaan kepada para buruh dengan mengedepankan sisi keadilan," ujar SBY dalam pidatonya di Perayaan Tahun Baru Imlek 2563, di Jakarta Convention Centre, Senayan, Jumat (3/2/2012).

Presiden menjelaskan bahwa perekonomian dalam negeri saat ini terus membaik dan dunia usaha juga terus tumbuh. Hal ini sebaiknya diikuti pula oleh kesejahteraan para buruh.

"Saya berharap kalangan dunia usaha dapat menyesuaikan upah buruh sesuai dengan kemampuan dan skala perusahaan saudara," tutur Presiden.

Menurut Presiden tidak adil bila perusahaan mengalami peningkatan keuntungan sementara buruh tidak sejahtera.

"Kita perlu mengedepankan rasa keadilan. Alangkah tidak adilnya, jika perusahaan terus meningkat dengan keuntungan berlipat, tetapi para buruhnya tidak meningkat kesejahteraan dan penghasilannya," papar Presiden.

Presiden mengingatkan agar para pemilik perusahaan meningkatkan kesejahteraan tidak harus menunggu adanya tuntutan dari buruh.

"Kita tidak boleh hanya menunggu para buruh harus terus menerus menuntut keadilan. Kita harus arif dan sadar memikirkan taraf hidup mereka. Mari kita cari solusi terbaik, agar kehidupan para buruh lebih sejahtera, dan kalangan dunia usaha juga dapat terus tumbuh dan berkembang," paparnya.

Kepada para pekerja, Presiden berharap tidak perlu harus melakukan tindakan yang mengganggu kepentingan masyarakat luas dalam menyampaikan aspirasi.

"Salurkan aspirasi saudara-saudara secara tertib dan damai," tutupnya. (ade)
  • hendry » 0 Tanggapan
    masalah pengupah tidak dapat di paksakan..jika di paksakan karena buruh bekerja secara sukarela.. jika ia merasa tidak cocok bayarannya automatic bisa beralih pekerjaan lain.. yg lebih penting adalah bagaimana pemerintah mendorong para buruh untuk hidup mandiri.. itu jauh lebih penting...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • aink@publik » 0 Tanggapan
    Im agree,....sudah seharusnya kesejahteraan buruh itu ditingkatkan, buruh sejahtera, daya beli meningkat yg akhir-akhirnya menguntungkan perusahaan juga...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ali » 0 Tanggapan
    wkakakaka....bukan ga mau perhatikan buruh lho..sby ini gmn nya???....setau ane...gmn mau perhatikan terlalu byk....misal ne y: 1.byk pungli2 gelap kl lht pengusaha tiongha..mata lgsg ijo...jd duit kebykan da hbs disana...profit y msti ada donk...namanya jg pakai duit mereka..bukan loe sby! 2.kl di ksh kenaikan gaji yg gede...lama2 jd ngelunjak jg...alias jd besar kepala...kl gaji tinggi...kerja jd males2an..krn dikira duit msh byk..ntar aja da kere baru rajin lg...dominan mental org indonesia..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Darwin » 0 Tanggapan
    Adil dan sejaterah terhadap buruh adalah baik apabila buruh dapat bekerja dengan efektif terlebih dahulu, jangan hanya mengharapkan gaji atau upah naik, tetapi perusahaan tidak mengalami perkembangan dari produksi, kita harus banyak belajar dari negara orang dimana seorang buruh dapat melakukan 2-3 pekerjaan dalam sehari, sedangkan di indonesia hanya dapat melaksanakan 1 pekerjaan saja, apakah telah tepat untuk mengatakan bahwa para pemilik perusahaan memberikan keadilan dan kesejahteraan apabila buruh tidak dapat efektif dan profesional dalam menekuni sebuah pekerjaan ?, perlukah dikaji ulang untuk melanjutkan ke arah tersebut ?
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Alex » 0 Tanggapan
    Wah..Pak SBY harusnya sadar bahwa kader Demokrat sendiri sedang diguncang masalah.Soal harus memperhatikan buruh memang benar tapi apakah pemerintah juga memperhatikan kepentingan masyarakat dengan cara korupsi?Pikirkan itu tidak hanya berkomentar melainkan tindakan.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit