Ilustrasi. Foto: Koran SI
SOLO - Pemerintah kota Solo dalam hal ini Kantor Ketahanan Pangan kota Solo memastikan bahwa naiknya harga beras di kota Solo hingga menembus Rp9.000 per kilogram bukan disebabkan oleh permainan para spekulan beras.
"Kenaikan harga beras akhir-akhir ini murni disebabkan karena pengaruh iklim. Bukan spekulan," tandas Kepala Kantor Ketahanan Pangan kota Solo, Rohana saat diminta tanggapannya soal kenaikan harga beras, di Balaikota Solo, Jawa Tengah, Jumat (3/2/2012).
Hujan yang belakangan ini intensitasnya cukup tinggi, kata Rohana, menyebabkan sejumlah daerah pemasok beras mengalami gagal panen. Belum ditambah banjir yang terjadi, yang tentu saja mengganggu kelancaran transportasi. Sehingga pasokan beras ke dalam kota menjadi tersendat.
"Pasokan beras untuk kota Solo berasal dari kabupaten sekitarnya, seperti Klaten, Sragen, Sukoharjo dan Karanganyar,” jelas Kepala Kantor Ketahanan Pangan kota Solo.
Sementara soal spekulan? Rohana mengaku hampir tiap minggu pihaknya mendatangi sekaligus memantau distributor. Mulai dari kedatangan pasokan, distribusi hingga ke para pedagang kecil.
"Termasuk mencari tahu, siapa tahu terjadi penimbunan. Tentu saja evaluasi secara berkala. Tujuan semua itu, sebagai antisipasi terhadap praktek spekulan," jelasnya. (ade)