Upah Buruh RI Paling Rendah

Idris Rusadi Putra - Okezone
Sabtu, 4 Februari 2012 10:32 wib
Demo buruh di Jakarta beberapa waktu lalu. (Foto: Heru Haryono/Okezone)
Demo buruh di Jakarta beberapa waktu lalu. (Foto: Heru Haryono/Okezone)
JAKARTA - Upah buruh Indonesia ternyata masih rendah dibandingkan negara-negara lain. Bahkan dibandingkan negara kawasan ASEAN, seperti Malaysia, Thailand dan Singapura, upah buruh Indonesia termasuk sangat kecil alias murah.

Presiden Konsentrasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) M Iqbal mengatakan, dari rezim Soeharto, kebijakan upah buruh murah selalu dikedepankan pengusaha untuk daya jual kepada investor.

"Sudah saatnya rezim upah murah dihentikan, ini menjadi objek jual ke investor yang biasa disebut dengan upah buruh Indonesia kompetitif, padahal murah," ungkap Iqbal dalam acara Polemik, SindoRadio, di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (4/2/2012).

Dia menyebutkan upah buruh Indonesia jauh di bawah upah buruh Singapura dan Thailand bahkan Malaysia. "Upah di Bekasi buruh elektronik, dan otomotif upah minimalnya Rp1,8 juta lah, thailand sudah USD300 per bulan, Malaysia USD500. Singapura tidak ada upah minimum," tegasnya.

Lebih lanjut dia juga mengkritik pencapaian pemerintah seperti investment grade yang tidak bisa dilihat dampaknya secara real. Menurutnya ini hanyalah cuap cuap pemerintah.

"Pemerintah bangga invesment grade, pertumbuhan ekonomi 6,7 persen, kita enggak butuh angka angka. Kita butuh daya beli naik," pungkasnya. (rhs)
  • el_torro » 0 Tanggapan
    dengan upah buruh murah maka seluruh pendapatan akan habis untuk kosumsi bahkan tidak mencukupi, maka pendidikan para keturunan burh tersebut tidak akan baik maka jadilah bangsa ini sebagai kuli berkepanjangan..... dan kekayaan alam kitapun semakin habis dirampok oleh penugasa dan asing... bangsa kita ajadi semakin miskin dan rakyatpun hidup sengsara, dahulu kita dijajah cumpeni (VOC) kini kita dijajah pengusaha/perusahaan (Company)........... apa bedanya ?????? !!!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Nanang Bernadi AT » 1 Tanggapan
    Upah rendah belum berarti murah lho ! Mengingat produktifitas buruh di Indonesia ini rendah maka kalo dibandingkan dg negara lain jadi paling mahal.
    • doni
      anda pengusaha? klo saya karyawan outsourcing..saya bekerja lebih baik dan lebih rajin dari pegawai tetap. loyalitas saya curahkan ke perusahaan tempat saya kerja. HASILNYA NOLL. Udah diupah 1/4 gaji tidak dapat premi, jasa produksi tahunan, apalagi pesangon. MIMPIIIII....... tidak diangkat, kontraknya tahunan klo ada perusahaan outsourcing yg mau dibayar lebih murah, yaa gak dipake lagi. JADI ANDA KLO KOMENTAR BIKIN ORANG EMOSI AJA
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ahmad » 0 Tanggapan
    bozzz pejaaat lbh mentingin saku dia dr pd kami yg sengsara,,upah gaji kami 1bln cuma untuk pulsa anak2 nya! Sadar dong!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • HUTANG » 0 Tanggapan
    Sudah paling kecil buruh di Indonesia itu kebanyyakkan tdk punya jaminan sosial sama sekali dan celakanya upah mereka tdk sanggup utk ikut bentuk macam assuransi,ini diperparah dgn fasilitas kredit BANK yg diberikan oleh buruh kasar/upah kecil,pihak bank(baik besar atau kecil)tdk akan memberikan kemudahaan sama sekali utk mengambil jenis kredit yg ada.walaupun kita memiliki nama organisasi apapun seperti SPSI,SBSI dll, organisasi2x ini tdk bisa menyalurkan aspirasinya,jadi lebih baik semua buruh itu tdk perlu ikut organisasi itu tetapi ikut salah satu kontestan sebuah PARTAI tertentu,suaranya bisa diperhatikan oleh para legislatif/wakilrakyatnya yg terhormat baik didaerah atau di pusat,wsllm
    Beri Tanggapan Laporkan
  • widodo » 0 Tanggapan
    Walaupun gaji buruh murah tapi mengapa ya investor asing enggan investasi di indonesia?seharusnya pemerintah mengoreksi kinerjanya yang gagal
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit