Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekspor Migas dan Global Bond, Picu Cadangan Devisa Naik USD2 M

Gina Nur Maftuhah , Jurnalis-Minggu, 05 Februari 2012 |17:24 WIB
Ekspor Migas dan Global Bond, Picu Cadangan Devisa Naik USD2 M
Ilustrasi: Corbis
A
A
A

JAKARTA  - Cadangan Devisa Indonesia di awal tahun 2012 ini ternyata mengalami kenaikan sebesar USD dua miliar. Kenaikan ini, disebabkan dua hal, yaitu kenaikan hasil ekspor migas dan penjualan global bond milik bertenor 30 tahun.

"Secara garis besar ada inflow (aliran dana masuk) kembali karena hasil ekspor minyak dan gas (migas)," ungkap Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A Sarwono dalam pesan singkatnya kepada okezone, Minggu (5/2/2012)

Selama sembilan bulan berjalan di tahun 2011 lalu, cadangan devisa Indonesia selalu menunjukkan kinerja positif sehingga jumlahnya pun terus membukit. Selama sembilan bulan, cadangan devisa naik USD29,2 miliar di angka USD 124 miliar. Namun, di kuartal tiga, seiring dengan gejolak yang terjadi di Uni Eropa dan Amerika Serikat, cadangan devisa terus tergerus turun di angka USD 110 miliar di Desember 2011 lalu. Seringnya BI turut campur di pasar valuta asing dan di pasar sekunder dengan membeli kembali Surat Utang Negara (SUN) diprediksi menjadi penyebabnya.

"(Penyebab kenaikan cadangan devisa yang terbesar) ini dari penjualan global bond pemerintah sekira USD1,75 miliar," tambah dia.

Pemerintah, memang di awal tahun ini menerbitkan global bond dalam mata uang dolar Amerika (AS) bertenor 30 tahun seharga USD1,75 miliar. Nilai imbal hasil (yield) yang ditawarkan pemerintah untuk surat utang berseri RI0142 ini adalah sebesar 5,375 persen dan kupon 5,25 persen per tahun. (gna)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement