Ilustrasi.
BRUSSELS - Menteri Keuangan zona Eropa menyatakan jika Yunani tidak bisa melanjutkan kesepakatan terkait restrukturisasi utang.
Seperti yang dilansir dari Reuters, Minggu (4/2/2012), menteri zona Eropa berharap ada pertemuan pada Senin mendatang bisa menyelesaikan bailout kedua atas Yunani, yang harus sudah dilakukan setidaknya pertengahan Maret untuk menghindari kekacauan. Namun pertemuan itu ditunda karena keengganan Yunani dan berkomitmen untuk melakukan reformasi.
Sebaliknya, menteri-menteri mengadakan pertemuan pada sabtu kemarin, untuk memeriksa kemajuan paket pemberian pinjaman kedua, yang ditetapkan sebesar 130 miliar Euro Oktober nanti.
"Masalah utama adalah kurangnya reformasi, atau kurangnya tindakan sebelumnya di Yunani," ungkap salah seorang pejabat.
Sementara itu, menteri zona Eropa juga menyatakan tidak puas dengan menteri keuangan Yunani, Evangelos Venizelos karena mereka percaya menteri tersebut lebih memperhatikan posisinya dalam partai menjelang pemilu April, daripada berbicara tentang reformasi.
"Dia sedang mempersiapkan masa depan politiknya sendiri, bukan masa depan negaranya. Orang-orang serius yang tidak puas tentang itu dan telah disampaikan ini sangat jelas kepadanya sore ini," tandasnya.
Sebagaimana diketahui, Yunani telah mendapatkan kesepakatan restrukturisasi utang dengan kreditor swasta untuk mengurangi separuh nilai utang Yunani secara nominal dan dalam pertukaran untuk menerima yang baru setara dengan 30 tahun obligasi dengan kupon rata-rata di bawah empat persen.
Restrukturisasi adalah untuk membantu membuat utang Yunani berkelanjutan dengan pemotongan itu sampai 120 persen dari Product Domestic Bruto (PDB) dari 160 persen hingga 2020 mendatang.
Tapi pemerintah zona euro hanya akan setuju untuk mendukung restrukturisasi utang, dengan 30 miliar Euro dan lebih lanjut untuk membiayai pemerintah Yunani sampai dengan 2014. (nia) (rhs)